Kasus MERS Kedua Ditemukan di Thailand

MI
25/1/2016 08:42
Kasus MERS Kedua Ditemukan di Thailand
(AP/Sakchai Lalit)


LAPORAN penyakit sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS) telah lama tidak terdengar dan diberitakan. Namun, kemarin, seorang pria asal Oman yang datang ke Bangkok, Thailand, dilaporkan menderita demam.

Setelah diperiksa secara medis, pria berusia 70 tahun itu dinyataan positif menderita MERS. "Dia dites positif mengidap virus MERS," kata seorang pejabat kesehatan Thailand.

"Dia terlihat kelelahan, tetapi masih sadar dan sekarang masuk karantina di sebuah rumah sakit di Bangkok," tambahnya.

Persoalan belum selesai sampai di situ. Virus MERS dikhawatirkan telah menulari orang lain.

Petugas kesehatan 'Negeri Gajah Putih' pun tengah menelusuri dan mencari ratusan orang yang telah kontak dengan pria Oman yang positif mengidap MERS itu.

Pejabat Kementerian Kesehatan Thailand mengatakan pihaknya mencari lebih dari 250 orang yang diduga telah kontak dengan pria renta asal Oman tersebut.

Namun, dari ratusan orang tersebut, pejabat setempat menegaskan tercatat 37 orang yang sangat berisiko tertular virus MERS.

Kasus MERS tersebut merupakan kasus kedua MERS di wilayah Kerajaan Thailand. Risiko penularan penyakit MERS di Bangkok cukup tinggi disebabkan kota tersebut menjadi salah satu destinasi wisata bagi jutaan turis mancanegara.

Kasus MERS pertama di Thailand ditemukan ketika pria tua yang juga asal Oman dinyatakan positif MERS pada Juni tahun lalu. Pria tersebut dirawat di sebuah rumah sakit dan akhirnya dinyatakan bebas virus MERS.

Virus MERS pertama kali ditemukan pada 2012 di Arab Saudi. Namun, negara yang banyak menderita akibat virus tersebut dan diserang wabah MERS adalah Korea Selatan (Korsel) pada 2015.

Di Korsel yang dikenal sebagai negara dengan perekonomian terbesar keempat di dunia itu, 36 orang tewas akibat terinfeksi virus MERS. Virus MERS diyakini lebih mematikan daripada virus sindrom aSangat akut (SARS) yang telah menewaskan ratusan orang di sejumlah negara Asia.

Namun, tingkat penularan MERS lebih rendah jika dibandingkan SARS. Indonesia juga salah satu negara yang berisiko terpapar MERS. (AFP)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya