Serangan Rusia Tewaskan 47 Sipil

Yanurisa Ananta
24/1/2016 08:07
Serangan Rusia Tewaskan 47 Sipil
Seorang warga mengendarai sepedanya di antara reruntuhan bangunan di Jobar, Damaskus, Suriah, Sabtu (23/1). Sebuah serangan udara yang diprediksi dilakukan Rusia menewaskan 47 warga sipil di kawasan Khasham, Suriah Timur.(AFP/ABD DOUMAN)

SERANGAN udara yang diduga kuat dilakukan jet-jet tempur Rusia menewaskan 47 warga sipil di kawasan Khasham, wilayah timur Suriah, Sabtu (23/1).

Serangan dengan target kelompok Islamic Group (IS) itu juga menewaskan sembilan anak dan dua perempuan.

Kelompok Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) melaporkan Khasham, Provinsi Deir Ezzor, memiliki pengeboran minyak dan dikuasai Kelompok militan IS.

Kendati serangan udara dilancarkan jet tempur Rusia dan Suriah, belum ada tanda-tanda IS meninggalkan Khasham.

Beberapa hari sebelumnya atau hampir sepekan, Khasham, ibu kota Provinsi Deir Ezzor telah digempur dari udara militer pemerintah Suriah dibantu jet tempur Rusia.

Serangan tersebut telah merenggut 500 orang. Kini, sekitar 200 ribu orang sipil masih tinggal di Khasham dalam kondisi ketakutan.

Tidak hanya militer Rusia yang datang untuk membantu sekutunya, Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Kini, pasukan Amerika Serikat (AS) yang anti-Bashar al-Assad telah memasuki wilayah Suriah dan menguasai pengkalan udara militer Rmeilan di Provinsi Hasakah, wilayah utara Suriah.

Pasukan 'Negeri Paman Sam' datang untuk mendukung para pejuang Kurdi, Unit Pelindung Rakyat Kurdi (YPG), yang juga melawan kelompok IS.

Juru bicara kelompok pemberontak dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF) melaporkan hal tersebut.

Pangkalan udara militer Rmeilan yang sebelumnya dikuasai YPG telah menjadi pangkalan udara Suriah yang dikuasai pasukan AS.

"Berdasarkan kesepakatan dengan YPG, AS diberi kewenangan menguasai pangkalan udara," jelas Taj Kordsh, juru bicara SDF.

"Dalam kesepakatan yang didukung SDF, semua peralatan senjata diberikan kepada pasukan AS dan pangkalan digunakan pesawat tempur AS," tambah Kordsh.

Pangakalan Rmeilan telah dikuasai milisi Kurdi, YPG, selama dua tahun. Pangkalan tersebut berada dekat dengan salah satu pangkalan minyak terbesar di Suriah.

Pentagon bantah

Sebuah sumber militer Suriah mengatakan sekitar 100 ahli perang AS dan sejumlah milisi Kurdi berada di pangkalan udara Rmeilan.

"Pangkalan itu akan digunakan sejumlah helikopter militer dan pesawat kargo," jelas sumber tersebut.

Di sisi lain, Pentagon atau Departemen Pertahanan AS membantah 'merebut' pangkalan udara Rmeilan di Suriah.

"Tidak ada perubahan besarnya misi kehadiran (tentara) AS di Suriah," kata juru bicara Pentagon, Kolonel Pat Ryder.

Konflik Suriah telah merembet ke negara tetangganya, Yordania.

Pada Sabtu (23/1), di wilayah Yordania yang berbatasan dengan Suriah, terjadi baku tembak. Tentara penjaga perbatasan Yordania menembak mati 12 orang dari Suriah yang berusaha memasuki wilayah Yordania.

Petinggi militer Yordania mengatakan 12 orang tewas saat terjadi saling tembak antara penjaga perbatasan Yordania dan kelompok bersenjata yang terdiri 36 orang.

Namun situs militer Yordania telah menjelaskan berapa orang yang terluka.

Setelah baku tembak, militer Yordania juga menyita lebih dari 2 juta pil narkotik.

Mereka meyakini anggota kelompok IS masuk ke wilayah Yordania bersama-sama dengan ribuan pengungsi.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa Yordania telah menjadi tempat tinggal bagi 600 ribu pengungsi Suriah.

(AFP/AP/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya