Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
Perdana Menteri Prancis Manuel Valls, memperingatkan bahwa krisis migrasi yang terjadi di Eropa menempatkan Uni Eropa (UE) pada risiko besar. Ia mengatakan Eropa tidak bisa mengambil semua pengungsi yang membanjiri 'Benua Biru' dari wilayah di Irak dan Suriah.
"Kalau tidak, masyarakat kita akan benar-benar kacau," ungkap Valls di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, kepada BBC, Jumat (22/1).
Menurutnya, Eropa harus mengambil langkah mendesak untuk mengontrol perbatasan luarnya agar kekacauan tidak terjadi. Lebih dari satu juta migran, sebagian besar pengungsi, tiba di daratan Eropa tahun lalu, banyak yang menempuh perjalanan berbahaya.
Valls juga mengatakan Prancis tidak akan mencabut keadaan darurat yang diberlakukan hingga perang global terhadap kelompok Islamic State (IS) benar-benar berakhir. Status darurat itu ditetapkan menyusul serangan teroris yang melantakkan Paris pada 13 November lalu.
"Selama bahaya masih ada, kita harus menggunakan semua cara sampai kita bisa memberangus Daesh (IS)," tukasnya.
Valls menambahkan Prancis berpotensi kembali disasar serangan teroris, ketika otoritas negara itu dalam beberapa bulan ini berhasil menggagalkan plot serangan.
Ditanya tentang kontrol perbatasan di bagian dalam wilayah Eropa, yang menempatkan zona paspor Schengen dalam risiko, Valls menyatakan konsep Eropa sendiri, yangselama ini dianut, berada dalam bahaya besar.
Namun ia tidak secara langsung mengkritik Kanselir Jerman Angela Merkel, yang pada tahun lalu mengeluarkan komentar bernada terbuka untuk pengungsi. Meski mengakui Merkel termasuk sosok yang berani, namun ia memercayai pesan-pesan yang disampaikan pemimpin Jerman itu salah.
"Pesan yang mengatakan 'Mari, Anda (pengungsi) akan diterima' memprovokasi perubahan besar dalam populasi," tegasnya. (AFP/BBC/Hym/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved