AS Intensifkan Serangan terhadap ISIS

Haufan Hasyim Salengke
07/7/2015 00:00
 AS Intensifkan Serangan terhadap ISIS
(AFP/SAUL LOEB)
PRESIDEN Barack Obama menyatakan koalisi militer pimpinan Amerika Serikat (AS) mengintensifkan serangan terhadap kelompok ekstremis Islamic State (IS) di Suriah.

Ia menyebut lepasnya kendali kelompok pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi atas beberapa wilayah menunjukkan kelompok itu bakal dikalahkan meski pertempuran masih bakal berlangsung lama.

"Kami mengintensifkan upaya (serangan) kami terhadap basis ISIL di Suriah. Serangan udara kami akan terus menargetkan fasilitas minyak dan gas yang mendanai operasional mereka," kata Obama kepada wartawan, menggunakan singkatan umum untuk kelompok IS.

Obama menambahkan, "Kita akan memburu kepemimpinan ISIL dan infrastruktur di Suriah, jantung ISIL yang memompa dana dan propaganda terhadap orang di seluruh dunia."

Pasukan koalisi yang dikomandoi Washington telah meningkatkan serangan di Irak dan Suriah, dengan mengintesifkan pengeboman dalam skala besar sejak kampanye dimulai pada September tahun lalu. Setidaknya ada 19 serangan udara yang dilancarkan dalam kurun 24 jam terakhir.

Serangan-serangan udara telah dilancarkan di 11 lokasi di Irak, di antaranya kota minyak Beiji, Fallujah, Haditha, Kirkuk, Makh-mur, Ramadi, dan Sinjar. Pasukan koalisi juga menargetkan delapan posisi IS di Suriah, yaitu di dekat Hasakah, Raqqa, Kobane, dan Aleppo.

Obama, yang berbicara di Pentagon, menegaskan dirinya bertekad untuk menghancurkan kelompok yang sebelumnya bernama Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) itu. Politikus Partai Demokrat tersebut juga mengklaim bahwa kekuatan atau pemain-pemain di kawasan Timur Tengah bersatu dalam melawan IS.

Secara terpisah, tentara Kurdi atau Peshmerga, yang membantu perjuangan melawan IS di lapangan, mengatakan mereka telah berhasil membunuh tak kurang dari 40 pejuang IS di wilayah yang tidak jauh dari Kota Kirkuk, Irak bagian utara.

Para tentara Kurdi mengklaim telah menghentikan laju IS yang berupaya menyerang posisi-posisi mereka dan telah memasuki Kirkuk. Personel Peshmerga dilaporkan telah bercokol di bagian utara, timur, dan barat Mosul, kota terbesar kedua di Irak yang dikontrol IS.

Menteri Pertahanan AS, Ashton Carter, telah mengapresiasi perjuangan Peshmerga dalam perang melawan kelompok garis keras IS.

"Baik, kita meningkatkan serangan udara di Suriah. Saya pikir Anda bisa melihatnya dalam beberapa hari terakhir. Dan kesempatan untuk melakukan itu secara efektif terbukti dalam kurun beberapa hari terakhir dengan aksi yang efektif di lapangan oleh para pasukan Kurdi, yang membuka jalan bagi kita untuk menyokong mereka secara taktis," ujarnya Carter.

Sementara, Obama kembali menegaskan bahwa belum ada rencana untuk menambah personel militer ke luar wilayah 'Negeri Paman Sam'. AS, kata dia, akan melanjutkan upaya-upaya dalam menindak dan melumpuhkan jaringan dana yang menyokong operasional IS di seluruh penjuru dunia.

Obama juga berbicara soal upaya kerja sama dengan petempur-petempur Sunni yang menjadi relawan dalam perang menghancurkan IS. "Relawan-relawan Sunni terus bertambah," tukasnya.

Ia menambahkan, "Beberapa telah dilatih dan mereka bisa menjadi kekuatan baru melawan ISIL. Kami terus mempercepat pengiriman peralatan penting, termasuk senjata antitank, bagi pasukan keamanan Irak." (AFP/Al Jazeera/Hym/Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya