PM Malaysia Diduga Korupsi, Enam Rekening Dibekukan
Andhika Prasetyo
07/7/2015 00:00
( AFP PHOTO / MANAN VATSYAYANA)
Kelompok satuan tugas khusus yang dibentuk untuk menyelidiki tuduhan tindakan korupsi yang dilakukan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak, pada Selasa (7/7), memerintahkan untuk melakukan pembekuan terhadap enam rekening yang diduga menjadi target penyaluran uang.
Sebelumnya, pada Sabtu (4/7), Jaksa Agung Malaysia Abdul Gani Patail mengonfirmasi telah menerima sebuah dokumen terkait tuduhan penyaluran uang sebesar US$700 juta yang dicurigai ditujukan ke rekening-rekening pribadi Najib Razak.
Selain membekukan enam rekening, satuan tugas khusus tersebut juga menyita dokumen dari 17 rekening di dua bank berbeda untuk membantu penyelidikan dan menyita dokumen-dokumen lain yang dianggap tidak patuh terhadap peraturan Bank Negara Malaysia.
Tidak lama setelah tuduhan tersebut mencuat, anggota oposisi parlemen pun memenuhi alun-alun parlemen. Pendukung Partai Aksi Demokrat menyerukan agar masalah ini segera diselidiki secara serius. Mereka juga mendesak agar Najib segera non-aktif dari jabatannya selama proses investigasi dilakukan.
Kasus tersebut telah menimbulkan kegemparan di Malaysia dan dianggap sebagai guncangan terbesar dalam karir politik Najib Razak. Pada Sabtu, Wakil Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin meminta pihak berwenang untuk memeriksa keberadaan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan dugaan penyaluran dana tersebut.
“Tuduhan ini sangat serius karena bisa mempengaruhi kredibilitas dan integritas Najib Razak sebagai Perdana Menteri dan pemimpin negara,†ujar Muhyidin.
Menanggapi tuduhan tersebut, Najib Razak, yang telah menjabat sebagai perdana menteri Malaysia sejak 2009, mengatakan bahwa dirinya tidak mengkhianati negara seperti yang dituduhkan.
Najib mendesak agar masyarakat tetap tenang dan bersatu dalam menyangkal semua tuduhan terhadap pemerintah dan para pemimpin negara meskipun afiliasi politik mereka berbeda. Menurutnya, untuk membangun sebuah peradaban yang maju, seluruh warga negara tidak boleh terpecah.
"Saya tidak mengkhianati rakyat. Saya akan menemukan cara untuk menegakkan kebenaran. Tenang, kebenaran akan menang," ujar Najib saat membuka Sekolah Menengah Imtiaz Yayasan Terengganu Besut dan meluncurkan program Al-Syahadah Al-Ulya Ulul Albab.
Ia juga mengatakan tuduhan yang ditujukan kepadanya adalah sebuah upaya pelemahan dan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh lawan politiknya.
Semua ketegangan tersebut diawali adanya sebuah laporan Wall Street Journal yang mengklaim Najib telah menerima US$ 700 juta dari dana investasi negara 1MDB. Dan saat ini, Najib masih mempertimbangkan untuk melakukan gugatan tehadap surat kabar tersebut.
The Centre to Combat Corruption and Cronyism (C4) memperingatkan Najib karena terlalu banyak terlibat skandal selama masa pemerintahannya. Tetapi C4 juga mengatakan jika laporan tersebut terbukti palsu dan hanya alat untuk menyabotase PM, maka tindakan harus diambil terhadap pelaku.(CNA/WSJ/Pra/Q-1)