11 Ribu Warga Dikhawatirkan Terinfeksi HIV Akibat Praktik Dokter Gigi

Wendy Mehari Utami
02/7/2015 00:00
11 Ribu Warga Dikhawatirkan Terinfeksi HIV Akibat Praktik Dokter Gigi
(AFP/ Peter Parks )
SEKITAR 11 ribu pasien gigi diminta agar segera berkonsultasi ke dokter, Kamis (2/7), karena dikhawatirkan terpapar atau HIV, juga hepatitis, akibat pelanggaran aturan higiene di sejumlah klinik gigi di Sydney, Australia.

Otoritas kesehatan New South Wales (NSW) menyatakan ada 12 dokter gigi dari empat fasilitas kesehatan yang diduga melakukan praktik pembersihan dan sterilisasi yang buruk. Alat-alat kesehatan yang digunakan dikhawatirkan tidak dibersihkan dan disterilisasi dengan benar sehingga membuka risiko penularan penyakit-penyakit yang menyebar lewat darah melalui gusi.

Direktur perlindungan kesehatan NSW, Jeremy McAnulty, menyatakan memang belum ada kasus yang terdeteksi dan risiko penularan pun rendah. Namun, otoritas menyarankan agar para pasien melakukan tes darah HIV, serta Hepatitis A, B, dan C.
"Penting diketahui bahwa hingga saat ini kami belum menemukan bukti terjadinya infeksi. Belum ada penularan yang terjadi.

Namun, para ahli mengkhawatirkan ada masalah pengendalian infeksi di fasilitas-fasilitas tersebut. Kita semua berharap tidak akan ada kasus yang muncul dan risikonya rendah, tapi akan sangat baik jika warga bisa memastikan kondisi mereka supaya bisa ditindaklanjuti dengan segera jika ditemukan infeksi," jelas McAnulty.

Kekhawatiran itu bermula dari keluhan pada November tahun lalu. Penyelidikan lantas menyingkap adanya pelanggaran standar higiene di sejumlah klinik.

"Hasil audit menunjukkan terjadi masalah pada kegiatan pembersihan, sterilisasi, dan penyimpanan instrumen (alat) yang tidak sesuai dengan aturan dewan gigi Australia," kata Shane Fryer dari Dewan Gigi NSW. Dokter gigi yang terbukti melakukan pelanggaran itu, jelas Fryer, terancam sanksi disipliner dan kemungkinan pencabutan izin praktik.

Sejauh ini, ada enam dokter gigi yang diskors dan pencabutan izin praktik untuk enam lainnya. Salah satu yang diskors, Robert Starkenburg, mengakui 'ketinggalan' dalam menerapkan aturan. "Saya tidak membuat pasien terinfeksi apapun. Kantor (ruang praktik) saya memang tidak terlalu bersih saat itu, tapi kemudian saya perbaiki," ucap dokter gigi berusia 75 tahun itu. (AFP)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya