Festival Tidore Siap Kejar Kunjungan Wisatawan

Putri Rosmalia Octaviyani
06/4/2017 13:03
Festival Tidore Siap Kejar Kunjungan Wisatawan
(MI/Panca Syurkani)

PEMERINTAH kembali menggelar Tidore 2017 yang mengangkat tema “Merawat Tradisi, Mempertegas Jati Diri Bangsa Maritim”. Festival tersebut digelar dalam rangka memperingati hari jadi Tidore serta upaya meningkatkan daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Maluku Utara, khususnya Kota Tidore.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Sultan Tidore Huseinsyah, dan Walikota Tidore Ali Ibrahim meluncurkan Festival Tidore 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Rabu (5/4) malam.

Pada penyelenggaraan festival yang ke-9 kali tersebut, akan dilakukan 3 top event. Pertama, Parade Juanga (keliling pulau dengan kapal formasi perang oleh sultan dan bala tentaranya) berlangsung pada 10 April 2017. Kedua, perjalanan Paji (keliling pulau di darat dengan formasi perang menceritakan revolusi Sultan Nuku) pada 11 April 2017, yang dilanjutkan dengan Kirab Agung Kesultanan Tidore disinergikan dengan pembukaan Museum Maritim Dunia di KedatonT idore.

“Pemilihan 3 top event berikut tempat dan tanggal penyelenggaraan yang pasti ini akan menjadi daya tarik serta memudahkan para traveller untuk mengunjungi Tidore sebagai destinasi yang memiliki jenis wisata lengkap; bahari, adventure, alam, religi, dan budaya,” kata Menpar Arief Yahya.

Saat ini, aksesibilitas ke Tidore semakin mudah dengan adanya penerbangan dari Jakarta ke Bandara Babullah di Pulau Ternate setiap hari oleh Garuda, Sriwijaya Air dan Lion Air pada tengah malam dan tiba pagi hari dengan waktu tempuh sekitar 3,5 jam.

Hal tersebut memberikan dampak positif pada kunjungan wisatawan ke Maluku Utara. Januari 2017 kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) sebanyak 12.275 dan 53 orang , sedangkan rata-rata tingkat hunian kamar hotel di sana sebesar 30,38%.

“Dengan penyelenggaraan festival budaya ini, unsur amenitas dan aksesibilitas di Tidore semakin meningkat. Ini terlihat data kunjungan wisman ke Maluku Utara pada Januari 2017 naik 165%,” kata Arief Yahya.

Sultan Tidore Huseinsyah menjelaskan, tujuan penyelenggaraan Festival Tidore sebagai upaya melestarikan nilai-nilai budaya Tidore yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa. Kegiatan juga dilakukan guna membuka peluang bagi masyarakat luas untuk berperan aktif dalam proses pengembangan wisata budaya.

“Festival Tidore diawali kegiatan Dowaro dalam tradisi adat Tidore adalah sebuah ritual untuk mengawali setiap kegiatan adat. Pada Festival Tidore, Dowaro diawali dengan prosesi kota Tupa/Sobaka Dorora ke rumah adat lima marga (Fola Sou Rom toha Tomayou) yang terletak di kaki gunung Kie Matubu untuk memohon doa restu,” kata Sultan Tidore Huseinsyah.

Selain tiga top event yang telah disebutkan di atas, juga ada 9 event utama dan event dukungan lain yang akan dilakukan dalam festival Tidore. Mulai dari Prosesi Kota Tupa, Prosesi Tagi Kie, Ake Dango, Kota AkeDango, Siloloa Sultan Tidore, Perjalanan Paji Nyili-nyili, serta sejumlah event lain berupa pameran, karnaval budaya, lomba, pentas seni, maupun seminar budaya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya