Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNA meningkatkan kualitas dan kejujuran pelaksanaan ujian nasional (UN) yang tengah berlangsung, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengeluarkan ancaman dan ultimatum bahwa para guru yang terbukti terlibat kecurangan dalam UN akan dipecat.
Muhadjir meminta para guru untuk berhenti meracuni siswa dengan ketidakjujuran, seperti memberi kunci jawaban ujian nasional (UN) karena hasil UN sudah tak lagi menjadi syarat kelulusan siswa.
“Laporan Ombudsman menyebutkan ada guru jual kunci jawaban pada USBN seharga Rp25 ribu per mata pelajaran. Ayolah para guru, mari kita sudahi cerita itu. Ajarkan anak tentang kejujuran,” kata Mu-hadjir di Jakarta, kemarin, saat groundbreaking di Sekolah Global Sevilla, Pulomas, Jakarta.
“Sanksi ini agar ada efek jera. Guru yang terbukti berbuat curang, kami akan pecat,” tegas Muhadjir lagi seusai inspeksi mendadak UN berbasis komputer (UNBK) di SMKN 26, Jakarta, kemarin.
Muhadjir yang didampingi Dirjen Dikdasmen Kemendikbud Hamid Muhammad bergegas ke SMKN 26 seusai mengunjungi Sekolah Global Sevilla. Muhadjir menyatakan sanksi pemecatan diberikan bagi guru pegawai negeri sipil (PNS) yang akan dikoordinasikan dengan Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan.
Apakah sebaiknya diberi peringatan terlebih dulu? “Sepertinya tidak karena ini untuk efek jera agar siswa tidak diracuni hal negatif,” tambah Muhadjir.
Begitu pun dengan guru sekolah swasta, Muhadjir meminta yayasan untuk melakukan hal yang sama.
Ia mengingatkan peran guru amat penting sebagai hulu dalam membangun peradaban bangsa. “Jika gurunya di hulu telah kotor, akan sulit bagi kita membangun peradaban sehingga akan lahir para pengusaha yang tidak baik juga tokoh agama yang tidak baik karena guru seperti ini,” tegasnya.
Mendikbud meminta para para pihak termasuk orangtua yang menemukan bukti tindak kecurangan yang dilakukan guru, kepala sekolah, hingga dinas pendidikan untuk melapor. Tanpa dukungan masyarakat, upaya penegakan hukum itu tidak akan berjalan secara optimal.
Posko UN
Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) telah membuka posko pengaduan UN. Sekjen FSGI Retno Listyarti menyatakan belum menerima pengaduan adanya kebocoran soal atau kunci jawaban UNBK. Namun, selama 3 hari ini, FSGI menerima sejumlah aduan, di antaranya ditemukan kepala sekolah mencari utang karena ketiadaan biaya penyelenggaraan akibat dana BOS yang belum cair atau diterima sekolah.
Keterlambatan dana BOS terjadi di Tasikmalaya dan Garut, Jawa Barat. Kepala sekolah berutang pada pihak ketiga untuk menyelenggarakan UNBK. Harga server yang mahal, pengadaan jaringan dengan bandwith memadai juga tak murah, belum lagi penyedian laptop untuk memenuhi ketentuan.
“Dana sekolah yang terbatas lebih diperparah dengan dana BOS belum cair atau diterima sekolah sehingga banyak kepala sekolah terpaksa mencari utangan,” ujarnya.
Sementara itu, menjelang UNBK, SMKN 4 Kabupaten Tangerang kehilangan 20 laptop/komputer. Padahal sekolah itu masih kekurang-an 16 unit sehingga saat persiapan UNBK, total kekurangan komputer mencapai 36 unit.
”Untungnya masalah ini terselesaikan karena sekolah dipinjami laptop oleh para siswa. Hari pertama, di SMKN 4 Tangerang berjalan lancar, tidak ada kendala,” kata Retno. (YH/MG/LD/H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved