Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMANFAATAN produk-produk kebudayaan, khusunya khas daerah, semakin meningkat dalam lima sampai 10 tahun terakhir. Sumbangan produk daerah pada pertumbuhan ekonomi di masyarakat diperkirakan sangat signifikan.
Namun, hingga saat ini belum ada indikator atau alar ukur secara statistik yang resmi untuk mengetahui peran produk kebudayaan dalam perkembangan ekonomi tersebut.
"Di dunia, sumbangan ekonomi kreatif telah melebihi sektor pertanian pada pertumbuhan ekonomi. Pemanfaatan produk budaya diperkirakan jadi yang paling pesat peningkatannya dalam ekonomi kreatif tersebut," ujar Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid, dalam seminar nasional berjudul Peran Kebudayaan dalam Pembangunan Nasional, di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (4/4).
Meski begitu, dikatakan Hilmar, hingga saat ini belum ada perangkat statistik untuk mendata hal tersebut. Untuk mengakui kekuatan produk budaya dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, indikator tersebut sangat dibutuhkan.
"Ini jadi pekerjaan rumah yang harus dan akan segera diupayakan diurus. Sehingga bisa tahu prioritas dan perkembangannya," ujar Hilmar.
Selain indikator, untuk memaksimalkan peran kebudayaan yang selama ini belum banyak dilibatkan dalam pembangunan di Indonesia, dibutuhkan perhatian yang lebih dari seluruh pihak terkait. Peningkatan akses pada masyarakat pada berbagai produk dan proses kebudayaan harus dilakukan secara merata.
Peningkatan akses harus dilakukan melalui upaya kreatif yang bervariasi dan terus dikembangkan, khususnya di setiap daerah. Sifat kebudayaan di masyarakat yang terus berubah membuat pelaksanaan berbagai festival budaya yang selalu dilakukan pemerintah daerah setiap tahun secara monoton sudah tidak efektif lagi.
"Kita sudah inflasi festival. Kebudayaan tidak bisa hanya duplikasi atau replikasi ide yang sama. Tidak bisa hanya terus diulang dalam waktu yang panjang karena minat selalu berubah. Upaya pemda untuk pelaksanaan festival baik tapi perlu pengembangan kreativitas," ujar Hilmar.
Sebagai gambaran inflasi festival, di seluruh Indonesia pada tahun 2017 tercatat terdapat 98 acara di 34 provinsi. Jumlah tersebut baru yang terdaftar resmi dalam buku Calendar of Event yang dirilis awal tahun oleh Kementerian Pariwisata. Di luar jadwal tersebut, setiap kota memiliki masing-masing belasan hingga puluhan acara festival dan sejenisnya.
Di kesempatan sama, Pemerhati budaya dari Universitas Indonesia, Melani Budianta mengatakan, untuk mencapai maksimalnya peran budaya, khususnya di tengah kemajuan teknologi dan pengaruh budaya asing, diperlukan pemetaan atas kekayaan dan potensi budaya yang terpinggirkan dan rentan. Selain itu, juga perlu dilakukan pembedayaan komunitas dan seniman.
"Juga harus dilakukan fasilitasi pada kebutuhan generasi muda untuk mengenal keragaman dan dinamika budaya secara kritis, terbuka, insklusif, dan toleran, serta menyediakan fasilitas dan dukungan untuk komunitas lokal secara merata" tutur Melani yang juga Guru Besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia itu. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved