Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
GELAP gulita melanda kota-kota besar dan monumen-monumen di seluruh dunia selama 1 jam tadi malam menandai peringatan Earth Hour. Gerakan memadamkan lampu itu digelar untuk menunjukkan kepedulian terhadap ancaman pemanasan yang sedang dihadapi bumi akibat pembakaran batu bara, minyak, dan gas untuk mobil dan pembangkit listrik.
Tahun ini, Earth Hour dimulai pukul 20.30 hingga pukul 21.30 waktu setempat serta digelar di 178 negara dan 7.000 kota.
Gerakan mematikan lampu digelar mengikuti jalur terbenam matahari. Opera House di Sydney, Australia, memulai pemadaman yang berlanjut ke barat, yakni Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika.
Monumen-monumen dunia termasuk Empire State Building di Amerika Serikat, Kremlin di Rusia, Big Ben di Inggris, Menara Pisa di Italia, Menara Eiffel di Prancis, dan piramida di Mesir turut digelapkan.
Earth Hour yang berawal dari Sydney itu telah tumbuh menjadi kampanye lingkungan di seluruh dunia. “Kami memulai Earth Hour pada 2007 untuk menunjukkan kepada pemimpin bahwa perubahan iklim ialah masalah yang dipedulikan orang-orang,” kata koordinator Earth Hour Siddarth Das.
Di Indonesia, 70 kota menyatakan ikut dalam kegiatan itu. Jumlah itu meningkat dari 50 kota tahun lalu. Kampanye dan gerakan publik ini dinilai dapat mengurangi konsumsi energi. Berdasarkan data WWF Indonesia, pada 2015 gerakan ini menurunkan konsumsi listrik sebesar 165 megawatt.
“Itu data dari PLN (Perusahaan Listrik Negara) untuk Jawa dan Bali. Terjadi penurunan dari 3.487 Mw menjadi 3.322 Mw. Berarti ada 4,75% yang kita simpan,” ucap Manajer Kampanye dan Mobilisasi WWF Indonesia Dewi Satriani kepada Media Indonesia, Kamis (16/3).
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, dalam keterangan tertulis, menyatakan kegiatan kampanye lingkungan perlu dilakukan. Secara khusus, dirinya mendukung Earth Hour dan berharap ada langkah aplikatif yang dilakukan masyarakat seusai merayakan. (AFP/Ire/Ric/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved