Deteksi Kanker Serviks dengan Metode IVA

Gana Buana
22/3/2017 14:05
Deteksi Kanker Serviks dengan Metode IVA
(ANTARA)

MELALUI program corporate social responsibility (CSR), Media Group menyelenggrakan program deteksi dini kanker serviks melalui metode Inspeksi Visual dengan Asam (IVA).

Program yang diselenggarakan di Ruang Rapat Besar Media Indonesia, Rabu (22/3) ini diikuti oleh 300 orang pasien.

Head of CSR Media Group Ali Sadikin menyampaikan, program deteksi kanker serviks dini ini diselenggrakan bagi keluarga karyawan Media Grup dan terbuka untuk warga sekitar Kedoya, Jakarta Barat. Acara ini dimulaisejak pukul 09.00 hingga pukul 14.00 WIB.

"Acara ini gratis, bagi siapapun anggota keluarga karyawan, dan kami pun membuka peluang bagi warga yang tinggal di sekitar Kedoya mengikuti program ini," ujar Ali, Selasa (22/3).

Ali menyampaikan, deteksi kanker serviks secara dini ini merupakan salah satu program dari rangkaian program CSR yang sudah dilakukan oleh Media Grup. Program lainnya yang sudah dilaksanakan antara lain operasi katarak, donor darah dan operasi bibir sumbing.

Ahli Kebidanan dan Kandungan, dr Tonny Soemartono Moerdijat SpOG menyampaikan, dari 10 ribu wanita di dunia tercatat 340 ribu diantaranya meninggal karena kanker serviks tiap tahunnya. Sebab, berbagai macam obat yang digunakan untuk mengobati penyakit tersebut pada kenyataannya selalu gagal.

Karena itu, Tonny menganjurkan agar para wanita sesegeramungkin mendeksi kanker sedini mungkin. "Biasanya wanita takut dan malu, makanya kebanyakan potensi kanker serviks terlambat dicegah, mereka harus melawan hal tersebut," kata Tonny.

Tiap wanita yang sudah menikah, jelas Tonny, memiliki potensi menderita kanker serviks. Namun, hal tersebut tak langsung bisa terlihat. Butuh waktu 10-20 tahun hingga penyakit yang mnjadi bom waktu bagi wanita itu akhirnya 'meledak'.

Dengan IVA, lanjut dia, potensi kanker tersebut segera dijinakan menggunakan cairan asam. Cairan asam tersebut serupa asam cuka dapur yang zatnya sedikit lebih encer.Namun, metode ini diajurkan digunakan pada wanita usia 30 tahun hingga 50 tahun.

"Dia akan dioleskan pada 'kutil' yang ada di mulut rahim wanita menggunakan alat yang sudah kami sediakan," jelas dia.

Karena itu, berbeda dengan metode pap smear yang menggunakan lendir sebagai alat untuk mengetahui potensi kanker serviks, metode IVA jauh lebih akurat. Terlebih, hasilnya pun bisa langsung diketahui.

"Langsung bisa diketahui dan 96% lebih akurat," tukas dia. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya