Kolaborasi Global Dongkrak Universitas

Bay/H-2
22/3/2017 07:26
Kolaborasi Global Dongkrak Universitas
(Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti Kemenristek dan Dikti Ali Ghufron Mukti -- Dok. Kalbe Farma)

KEMENTRIAN Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek dan Dikti) menggelar Program World Class Professor (WCF) 2017. Program tersebut bertujuan meningkatkan produktivitas riset akademik di perguruan Tinggi, publikasi di jurnal bereputasi, dan peringkat perguruan tinggi Indonesia, untuk masuk peringkat 500 universitas dunia.

“Tujuan WCF 2017 ini relevan dengan keinginan pemerintah untuk meningkatkan daya saing bangsa. Di antaranya, meningkatkan produktivitas kinerja dosen kita dan menggenjot publikasi ilmiah internasional dengan mendatangkan para profesor kelas dunia di Tanah Air,” kata Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti Kemenristek dan Dikti Ali Ghufron Mukti saat sosialisasi WCF 2017 dengan para rektor dan perwakilan perguruan tinggi negeri dan swasta di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, sebuah bangsa yang ingin bertransformasi menjadi lebih hebat harus membenahi sumber daya manusia. Program WCP 2017 merupakan upaya mempercepat budaya akademis di perguruan tinggi untuk pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, dan peningkatan daya saing.

Mantan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) itu juga mengungkapkan Indonesia mempunyai sejumlah profesor bereputasi kelas dunia. Mereka mengajar dan diundang ke kampus besar di sejumlah negara untuk melakukan penelitian.

“Meskipun belum banyak, ada. Bahkan ada professor kita yang menjadi chief editor jurnal internasional bereputasi dan posisi akademik lain yang bergengsi. Secara individu, kualitas sumber daya manusia kita memang tidak kalah. Namun, secara sistem perlu dibenahi agar suasana dan atmosfer akademis dapat ditingkatkan guna mendukung potensi manusianya,” paparnya.

Penyelenggaraan WCP 2017 memiliki dua skema. Menurut Ghufron, pengategorian itu bertujuan memenuhi kebutuhan yang berbeda antarperguru­an tinggi. Skema A ditujukan bagi perguruan tinggi berakreditasi A dan telah masuk daftar QS World University Rangking, serta mempunyai Pusat Unggulan Indonesia Perguruan Tinggi (PUI PT). Sementara itu, skema B diarahkan untuk perguruan tinggi lain dan lembaga pemerintah nonkementerian (LPNK).

Program WCF berlangsung selama tiga hingga enam bulan. Selama bertugas di Indonesia, para profesor kelas dunia akan memperbaiki kualitas artikel dan publikasi untuk dimasukkan ke jurnal internasional bereputasi, menyupervisi mahasiswa S-2 dan S-3, dan melakukan riset bersama dosen muda maupun senior. (Bay/H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya