Kantin Sehat ala Madrasah Ibtidaiah

Abdillah M Marzuqi/M-2
19/3/2017 07:28
Kantin Sehat ala Madrasah Ibtidaiah
(MI/Abdillah M Marzuqi)

EMPAT gedung itu seolah berbaris rapi. Saling mengikat satu sama lain. Setiap sudut bertemu sehingga membentuk persegi. Tiga gedung mempunyai dua lantai, sedangkan satu yang lain terdiri dari tiga lantai. Sebelum bisa masuk ke pelataran gedung itu, terdapat gerbang besi besar yang memisahkan gedung itu dengan jalanan di depannya. Gerbang itu juga yang seolah menjadi pembatas agar anak-anak tidak jajan di luar.

Makanan itu pun bermacam-macam. Beberapa ada yang berupa makanan utama seperti telur gulung, mi goreng, nasi kuning, dan nasi goreng. Tepat berada di sebelah makanan utama, ada jajanan ala anak-anak sekolah dasar seperti biskuit dan permen.

Ada pintu berukuran sedang yang membatasi ruangan itu dengan teras. Di atas pintu itu terdapat papan nama ruangan yang diwarna cukup mencolok. Di situ ada tulisan dalam tiga bahasa, yakni kantin, kafetaria, dan maqsof. Itulah ruangan yang menyediakan makanan dan jajanan untuk anak-anak di Madrasah Ibtidaiah Negeri 2 Tangerang Selatan.

Kantin itu hanya buka ketika jam istirahat dan saat ishoma (istirahat, sholat, makan). Menurut penjaga kantin MIN 2 Tangsel Siti Hamidah, semua makanan yang dijual di kantin sekolah telah memenuhi beberapa kriteria yang ditetapkan sekolah. Jajanan yang dijual harus dicek tanggal kedaluwarsa, izin edar dari Badan POM, dan sertifikat halal.

Selain itu, jajanan yang dijual tidak boleh mengandung MSG. Minuman kemasan yang dijual pun tidak luput dari kriteria, yakni kadar gula yang diperbolehkan untuk anak-anak usia sekolah dasar (SD). Itu semua dilakukan untuk menjaga anak-anak agar mendapat asupan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh mereka.

Label POM dan sertifikat halal
Menurut Kepala MIN 2 Tangsel Jetty Maynur, para siswa memang selalu diajari untuk berhati-hati dalam memilih makanan, terlebih makanan kemasan. Menurutnya, ada dua kriteria yang ia selalu pesankan kepada para siswa dalam memilih makanan kemasan, yakni label Badan POM dan sertifikat halal.

"Jadikan saya selalu ajari anak-anak. Kalau makanan kemasan ya, itu ada Badan POM. Kedua ada halalnya. Itu dulu kata kuncinya. Jadi anak-anak bisa memilih jajanan sehat," terang Jetty Maynur.

Makanan pengganti bekal seperti nasi kuning dan mi goreng juga tak luput dari kriteria. Makanan itu harus diganti setiap hari. Artinya tidak diperbolehkan menjual makanan sisa hari kemarin.

Meski demikian, jajanan ataupun makanan yang dijual di kantin tidak menjadi pilihan utama siswa. Makanan yang paling baik adalah bekal yang dibawa dari rumah. "Sebenarnya jajanan itu pilihan terakhir. Yang paling penting adalah membawa bekal dari rumah. Jadi bekal dari rumah itu lebih baik," tegas Jetty.

Anak-anak di sekolah itu memang tidak diperbolehkan untuk jajan di luar. Artinya segala kebutuhan anak disediakan melalui kantin sekolah. Makanan yang dijual di luar sekolah belum terjamin kebersihan, proses pengolahan, tingkat kebersihan, ataupun bahan yang dipakai.

"Tidak boleh. Jadi kalau makanan di luar kan tidak terjamin ya," tegasnya.

Siswa-siswa pun mengikuti aturan tersebut. Salah seorang siswa kelas 6 Ahmad Fairuz Sofwan, misalnya, terkadang membeli makanan yang dijual di kantin itu ketika tidak membawa bekal. Namun, ia lebih sering membeli hanya minuman. "Kadang juga beli nasi kuning," ujar Sofwan.

Bagi Jetty, pilihan makanan anak-anak sangatlah penting. Hal itu berkaitan dengan tumbuh kembang mereka. "Anak-anak ini kan anak-anak masa depan. Jangan sampai dapat asupan makanan yang salah. Kalau salah kan kasihan. Nanti ke depannya pertumbuhan mereka terhambat gitu," lanjutnya.

Sekolah ini juga tercatat pernah mendapat predikat Juara Madrasah Sehat Se-Provinsi Banten 2014. Namun, bagi Jetty, lomba itu bukan tujuan dari segala yang dilakukan di sekolah itu. Kalau kami ingin membudidayakan perilaku hidup sehat dan bersih itu menjadi budaya anak-anak, dan budaya guru, dan budaya madrasah sehingga bukan karena lomba. Lomba itu cuma hasil setelah budaya itu ada dalam kehidupan kita gitu," pungkasnya. (Abdillah M Marzuqi/M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya