Paket Wisata Jadi Andalan Indonesia di Matta Fair 2017

Puput Mutiara
16/3/2017 15:33
Paket Wisata Jadi Andalan Indonesia di Matta Fair 2017
(DOK KEMENTRIAN PARIWISATA)

KEMENTERIAN Pariwisata (Kemenpar) kembali mengikuti Malaysian Association of Tour and Travel Agents Fair (Matta KL) 2017 yang digelar mulai hari ini (17/3) sampai 19 Maret mendatang di Hall 3, Putra World Trade Center (PWTC), Kuala Lumpur, Malaysia.

Selain sebagai ajang mempromosikan destinasi wisata di Indonesia, Matta Fair KL 2017 diharapkan mampu menghasilkan transaksi paket wisata sebagai upaya mendatangkan wisatawan Malaysia dalam skala besar ke Tanah Air.

"Dari segi branding dan advertising pariwisata kita sudah cukup terkenal, sehingga fokus kita tahun ini lebih ke selling (penjualan)," ujar Sekretaris Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Ni Wayan Giri Adnyani kepada Media Indonesia di Malaysia, kemarin.

Menurut data Kemenpar tahun 2016, Malaysia merupakan fokus pasar ketiga pariwisata setelah Great Cina dan Singapura dengan jumlah wisman mencapai 1225.458 orang. Namun demikian, tahun ini jumlah tersebut ditargetkan meningkat hingga 1.772.000 orang.

Guna mencapai target tersebut, Kemenpar menghadirkan 80 industri pariwisata dari 15 provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepri, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan Sulawesi Selatan.

"60% diantaranya industri TA/TO anggota ASITA yang berpartner dengan anggota MATTA untuk direct sales kepada buyers atau customers. 40% sisanya dari industri akomodasi, atraksi wisata, DMO, dan minat khusus untuk pelayanan informasi serta promosi produk dan destinasi," paparnya.

Secara umum, pemerintah telah menargetkan kontribusi pariwisata terhadap perekonomian (PDB) nasional sebesar 13% dengan total devisa sebesar Rp200 triliun dan mampu menyerap 12 juta tenaga kerja.

Tidak hanya itu, ungkap Giri, jumlah kunjungan wisman ditaksir mencapai 15 juta orang dengan pergerakan wisatawan nusantara 265 juta, serta indeks daya saing (WEF) berada di peringkat 40 dari posisi ranking 50 dunia saat ini.

"Keikutsertaan di Matta Fair KL ini harusnya bisa dijadikan momentum untuk lebih mempromosikan pariwisata kita ke mata dunia," tandasnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya