Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat, disebabkan perubahan alih fungsi lahan di wilayah hulu sungai dan abainya otoritas dalam konteks mitigasi setelah membangun infrastruktur.
Direktur Walhi Sumatra Barat Uslaini menegaskan hal itu terkait dengan banjir dan longsor di Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota.
“Coba cek di kawasan hulu Sungai Batang Maek, banyak terjadi pembukaan lahan untuk peladang seperti gambir. Di daerah itu, pada saat musim kemarau, sering terjadi kebakaran lahan. Saat curah hujan tinggi, air dengan cepat mengalir hingga hilir dan meluap,” kata Uslaini, kemarin.
Dia menegaskan, jika dirunut, banjir yang selalu menjadi momok di wilayah Pangkalan dan sekitarnya terjadi sejak dam Koto Panjang dibangun awal 1990-an.
Faktor infrastruktur juga dituding Walhi sebagai pemicu terjadinya longsor di pinggir jalan lintas Sumbar-Riau. “Jalan yang menghubungkan Payakumbuh-Pekanbaru ini sebetulnya memotong perbukitan. Bukit untuk membuka jalan tidak ada penguat tebing yang terbentuk sehingga terjadi longsor,” tukasnya.
Banjir dan longsor yang memutus jalur Provinsi Sumatra Barat-Riau itu juga diakibatkan pembalakan liar untuk ditanami sawit di sekitar hulu perbatasan.
“Tutupan area di kawasan hulu telah rusak. Jadi hujan setiap hari akan mudah terjadi banjir, sebab akar-akar yang menjadi resapan dan cadangan air saat kemarau sudah tidak ada lagi,” kata Kepala Pusat Pengendalian Ekologi Regional Sumatra Amral Fery kepada Media Indonesia di Pekanbaru, kemarin.
Menurut Amral, area tutupan hutan bagian hulu di ketinggian 300 mpdl seharusnya tidak dirambah dan dialihfungsikan menjadi kebun kelapa sawit. Namun, pada kenyataannya, kawasan hulu DAS Sungai Kampar dan sungai-sungai lainnya di Riau yang seluruhnya merupakan satu kesatuan berada di Sumatra Barat kini telah rusak.
“Secara kasatmata kita bisa tengok itu semua telah menjadi sawit. Telah berulang kali dilakukan reboisasi pun tetap tidak teratasi. Perlu tindakan secara bersama-sama dari semua. Pemerintah Riau dan Sumbar harus duduk bersama, termasuk kapolda dan aparat penegak hukum lainnya,” ungkap Amral.
Anggota DPRD Kampar Arif Sebayang mengaku menemukan banyaknya sawmill (kilang gergaji) liar yang beroperasi di hulu Sungai Sebayang, persisnya di kawasan Ampalu dan Limapuluh Kota.
Meski sudah tujuh orang ditemukan tewas dan dua orang lainnya luka-luka, diduga masih ada korban lain belum ditemukan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota memperkirakan ada sembilan mobil tertimpa longsor persis di Km 17 Koto Alam, Pangkalan.
Ancaman longsor
Longsor juga terjadi di Dukuh Jentir, Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sepasang suami istri bernama Manto, 80, dan Tuginem, 75, warga setempat, tewas tertimbun rumah mereka yang roboh diterjang batu-batu yang longsor pada Jumat (3/3) sekitar pukul 18.30 WIB.
Hingga kemarin, Tim Reaksi Cepat BPBD Gunungkidul belum bisa mengevakuasi kedua jenazah yang masih tertimbun material longsor. Cuaca buruk juga memicu gelombang laut tinggi. Sebanyak tiga nelayan terseret gelombang tinggi sejak Kamis (2/3). Hanya dua orang yang bisa selamat. (RK/AU/JS/LD/AD/PO/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved