SEJUMLAH mobil lalu lalang memasuki halaman gedung yang selama ini digunakan untuk Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim (COP 21) UNFCCC di Le Bourget, Prancis.
Halaman depan arena konferensi memang cukup luas karena dulunya bekas bandara.
Di halaman depan itu tampak orang-orang silih berganti mengisi 'bahan bakar' untuk kendaraan mereka.
Mulai taksi hingga city car, termasuk mobil-mobil delegasi COP 21.
Ini bukan bahan bakar minyak, melainkan listrik. Seluruh mobil yang ada di arena COP 21 menggunakan tenaga listrik.
Yang menarik ialah mayoritas taksi di Prancis sudah menggunakan tenaga listrik.
Di sepanjang jalan-jalan di sekitar Le Bourget hingga Saint Denis sangat sulit ditemui di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Berbeda dengan di Jakarta dan kota-kota lainnya di Indonesia, yang sangat mudah ditemui SPBU.
Transportasi mulai bus gandeng seperti Trans-Jakarta, minibus, taksi, hingga city car sudah menggunakan tenaga listrik sebagai pengganti energi fosil.
Perusahaan mobil Renault-Nissan ikut mendukung terciptanya kota-kota berkarbon rendah di Prancis, dengan adanya mobil berteknologi hibrida.
Chairman sekaligus CEO Renault-Nissan, Carlos Ghosn, dalam penjelasannya mengatakan ada 90 titik pengisian energi listrik rendah karbon untuk sekitar 200 mobil listrik produksi Renault-Nissan selama COP 21 yang berlangsung 30 November hingga 11 Desember 2015.
"Kami terpanggil untuk ikut mengurangi emisi gas rumah kaca melalui transportasi kendaraan pribadi," ujar Ghosn.
Instalasi pengisian bahan bakar listrik itu merupakan kerja sama pemerintah Prancis dengan EDF, Schneider Electric, Aeroports de Paris, Paris City Council, dan SNFC (perusahaan kereta api nasional Prancis).
Ada beberapa stasiun pengisian yang disponsori Schneider Electric terpasang di depan halaman arena konferensi.
Menariknya, saat ini pengisian bahan bakar listrik untuk kendaraan jauh lebih cepat.
Satu mobil membutuhkan waktu pengisian 30 menit untuk mengisi hingga 80%.
Menurut Chairman sekaligus CEO EDF, Jean-Bernard Levy, mobil listrik kelak menjadi mobil masa depan ramah lingkungan.
EDF merupakan perusahaan yang membangun mobilitas listrik dan memproduksi listrik rendah karbon di Prancis.
Perusahaan itu memang fokus untuk menyediakan fasilitas infrastruktur untuk mengurangi emisi rumah kaca di sektor transportasi dengan teknologi modern.
Tahun lalu, tercatat 19% kendaraan yang ada di Prancis sudah menggunakan tenaga listrik.
Spesifikasi dari kekuatan listrik rendah karbon ini, untuk gas buang yang dikeluarkan mobil listrik ini tidak kurang 40 gram per kwh pada 2014.
Jejak karbon di kawasan itu sangat kecil jika dibandingkan dengan di seluruh Eropa yang mencapai 325 gram per kwh.
Proyek bersama ini mendapat sertifikasi dari PBB, dan mobil listrik produksi Prancis itu nantinya akan disebut sebagai mobil dekarbonasi.
Pemerintah Prancis siap menyediakan 10 ribu stasiun pengisian bahan bakar listrik.
Saat ini, di Kota Paris lebih dari 4.000 titik pengisian untuk kendaraan pribadi maupun bus.
Imbasnya, setiap hari masyarakat dunia yang berkunjung ke Paris bisa melihat Menara Eiffel dengan jelas tanpa terhalang polusi.