Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BANTUAN pangan nontunai pengganti program beras sejahtera (rastra) mulai disalurkan melalui kartu keluarga sejahtera (KKS). Peluncuran program yang dinamai bantuan pangan nontunai (BPNT) itu dilakukan secara nasional oleh Presiden Joko Widodo di Jakarta, kemarin.
Peluncuran program tersebut juga dilakukan di Surabaya, Surakarta, dan Makassar. Penerima bantuan itu dapat membelanjakan dana yang diberikan pemerintah dalam KKS di tempat pembelian yang telah disediakan.
“Kartu ini isinya uang Rp1.890.000. Ini uang untuk PKH (Program Keluarga Harapan). Karena ada yang PKH, ada yang tidak. Untuk yang bantuan pangan, isinya setiap bulan Rp110 ribu,” jelas Presiden kepada 1.879 ibu peneriman bantuan pangan yang hadir dalam peluncuram di GOR Popki, Cibubur, Jakarta Timur, kemarin.
Menurut Jokowi, penerima BPNT setiap tahun total akan mendapat likuiditas Rp1.320.000 yang bisa dibelanjakan di Warung Gotong Royong atau E-Warong terdekat. Barang yang bisa dibeli antara lain beras, gula, telur, dan bahan pokok lainnya.
Keunggulan penyaluran bantuan melalui KKS, penerima manfaat bisa memperhitungkan sendiri bahan pokok mana yang akan dibeli dengan kualitas beragam, misalnya beras premium dibanderol Rp11.800 per kilogram (kg), sedangkan beras dengan kualitas lebih rendah ditetapkan seharga Rp8.500 per kg.
Peluncuran BPNT juga dihadiri Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa, dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno.
Hadir pula Gubernur BI Agus DW Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D Hadad, Direktur Utama Bank Mandiri Kartiko Wirdjoatmodjo, dan Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti.
Setiap bulan
Mensos Khofifah Indar Parawansa mengatakan tidak semua penerima bantuan PKH turut menerima BPNT. Namun, nanti akan diupayakan agar seluruh menerima kedua bantuan dengan total nilai Rp3.210.000 per tahun.
“Penerima PKH 9% populasi masyarakat status sosial ekonomi terendah. Jadi seharusnya penerima PKH juga terima BPNT. Yang hadir di sini belum semuanya (menerima), baru mulai disisir,” jelas Khofifah.
Ia juga menjelaskan PKH cair dalam empat tahap setiap tahun, sedangkan BPNT cair tiap bulan. Namun, BPNT tidak dapat ditarik tunai, tetapi harus dibelanjakan, sedangkan PKH terutama diperuntukkan kebutuhan pendidikan dan kesehatan keluarga.
Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Eni Panggabean menjelaskan peruntukan dan mekanisme pencairan yang berbeda-beda itu dimungkinkan, sebab KKS merupakan kartu kombo yang berfungsi seperti kartu debit sekaligus e-wallet.
Namun, kartu belum dilengkapi chipset, sesuai dengan regulasi terbaru BI, karena bajet pembuatannya terbatas. KKS dirancang untuk memiliki saldo tidak lebih dari Rp5 juta.
Sejumlah daerah, kemarin, juga serentak meluncurkan BPNT, antara lain Kota Cirebon, Yogyakarta, Malang, dan Provinsi Sumatra Selatan. (Pol/UL/BN/DW/AU/H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved