Utusan Presiden Bawa Bantuan

(DD/J-2)
15/2/2017 03:10
Utusan Presiden Bawa Bantuan
(MI/shade)

KERIANGAN anak-anak meledak saat utusan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo datang ke sekolah jauh SDN Sirna Asih membawa bantuan pada pekan pertama bulan ini. Ada tas ransel hitam untuk anak laki-laki dan ada tas berwarna bagi anak perempuan. Tas-tas itu lengkap dengan isinya berupa buku tulis, pulpen, dan pensil. Ada juga peralatan makan buat bekal di sekolah. Kemudian ada sejumlah papan tulis berikut spidol dan penghapus. Bantuan lain berupa 20 meja belajar berikut 40 kursi belajarnya. Tempat sampah pun dibawa sang utusan. Barang-barang itu diserahkan ke pihak sekolah yang selanjutnya diberikan kepada anak-anak.

Kedatangan kursi dan meja membuat Mala, Sinta, dan Robiah tidak perlu lagi duduk bertiga. Mamat Kamaludin dan Armin pun tidak perlu lagi menulis di atas meja yang bolong-bolong. Ada juga Herlina dan Ai Arafiah yang bisa lebih leluasa bergerak karena di mejanya tak akan ada lagi tumpukan kursi rusak seperti saat ini. Namun, semua fasilitas itu belum bisa dinikmati sekarang. “Kursi dan meja bantuan Pak Presiden kita titipkan dulu di tempat Pak Amit (guru) di Citempuan. Tidak bisa dipakai sekarang dengan kondisi lantai tanah dan masih terpal. Nunggu bangunan dulu,” tutur Kepala SDN Sirna Asih, Benyamin, kepada Media Indonesia, Senin (13/2) petang.

Dia mengisahkan utusan Presiden Jokowi datang membawa bantuan karena rupanya ada yang diam-diam menyurvei ke lokasi terpencil tersebut. Akhir Januari ada yang datang melihat-lihat dan bulan ini utusan Presiden Jokowi datang berikut barang-barang kebutuhan sekolah. Berhubung lokasi jauh dan jalan becek dalam hutan, bantuan tidak selesai diberikan dalam satu hari. Menurut Benyamin, Jokowi juga sudah menginstruksikan Kementerian Pendidikan untuk membangun gedung sekolah.

“Hari berikutnya ada lagi tim yang datang. Katanya dari Kementerian Pendidikan. Tadinya mau langsung bangun gedung, tapi terpentok status tanah. Setelah status tanah jelas akan langsung dibangun. Sebanyak 98 siswa kami dalam waktu tidak lama lagi akan mendapatkan gedung sekolah,” imbuhnya semringah. Sebelum membangun, Kemendikbud akan menggelar workshop soal bangunan sekolah. “Itu yang saya dengar dari petugas tata kelola,” tukas Benyamin. (DD/J-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya