Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SELURUH penghuni sekolah terpal atau sekolah jauh SDN Sirna Asih di RT 01/07, Kampung Cisarua, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, berharap dapat belajar di sebuah ruangan yang berdinding pada suatu hari nanti. Harapan itu masih sebatas angan-angan karena pemerintah Kabupaten Bogor belum bisa membangun sekolah tersebut lantaran keterbatasan anggaran. Anwar Anggana, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar yang membawahkan seksi kelembagaan, sarana, dan prasarana, menjelaskan pembangunan fisik gedung SD berjumlah 358 unit. Anggaran mencapai Rp155 miliar lebih. Jumlah tersebut jauh lebih banyak ketimbang tahun sebelumnya, 274 unit.
Dari alokasi Rp155 miliar, SDN Sirna Asih masuk di daftar itu. SDN Sirna Asih dapat jatah pembangunan ruang kelas baru senilai Rp559 juta. Namun, sayangnya, jatah itu diperuntukkan SDN Sirna Asih induk, bukan sekolah terpal SDN Sirna Asih. Pada 28 Januari lalu, Anwar mengecek langsung lokasi dan ikut merasa terenyuh. Dia sadar tidak mungkin memaksakan anak-anak di sekolah terpal ke sekolah induk karena jarak terlalu jauh (sekitar 50 km dari Kota Bogor) dengan kondisi jalan lingkungan hutan.
“Saya sakit sepulang dari sana karena kehujanan. Lokasinya jauh dan membahayakan. Sekolah itu ada di kampung yang dikelilingi gunung. Penduduk kampung itu sekitar 700 jiwa dengan 200 kepala keluarga. Banyak anak usia sekolah di sana,” tuturnya. Seorang warga menyatakan bersedia menghibahkan tanahnya seluas 540 meter untuk gedung sekolah. Hanya, lokasi lahan dekat dengan Sungai Citempuan, konturnya tinggi, serta tebingan dan tanahnya lempung sehingga berbahaya karena mudah tergerus.
Kendati demikian, pihaknya akan mencari solusi. “Solusinya tetap akan kita bangun sekolah baru. Kami akan menggalang dana dari beberapa pejabat atau pelaku usaha yang peduli,” cetusnya. Janji Anwar sangat diharapkan Amit Samsita dan Neni Sultonah yang mengajar di sekolah terpal. “Siswa siswi di sini belajar dengan kondisi terpal sejak 2010. Permohonan sudah diajukan, tapi tidak pernah ada respons. Kemarin sempat dengar akan ada anggaran. Kami menunggu dan berdoa semoga terealisasi,” ucap Neni yang ditemui Media Indonesia seusai mengajar.
Terancam ambruk
Selain sekolah jauh SD Sirna Asih, masih terdapat beberapa sekolah jauh yang bernasib serupa, misalnya, SDN Rabak 1 di Kampung Haniwung, Desa Rabak, Kecamatan Rumpin. Ada juga SD Mutiara di Kampung Pasir Honje, Desa Cibeber II, Kecamatan Leuwiliang. Tahun ini sekolah-sekolah tersebut juga belum tersentuh. Kepala Unit Pelaksana Teknis Pendidikan Rumpin, Ucu Sunarya, mengaku sudah melaporkan persoalan yang dihadapinya. Jawaban Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor menyebutkan itu belum bisa direalisasikan karena anggaran terbatas.
Bangunan sekolah atau ruang kelas yang rusak dan belum tersentuh pun masih banyak. Dia merinci 12 bangunan di sejumlah desa di Kecamatan Rumpin terancam ambruk karena rusak berat. Sekolah-sekolah itu di antaranya SDN Sukasari 03, SDN Leuwibatu 06, SDN Sukasari 01, SDN Tambilung, kelas jauh SDN Cipicung 03, kelas jauh SDN Rabak 1 (Handiwung), SDN Cibodas 02, SDN Taman Sari 02, SDN Cidokom 04, SDN Janala, serta SDN Kampung Sawah 01. Jika jumlah kelas dihitung, lebih 60 yang nyaris ambruk. Ruangan-ruangan itu masih aktif dipakai untuk kegiatan belajar mengajar. Namun, ada juga yang beruntung, yaitu SDN Leuwibatu 01 yang mendapat bantuan perbaikan secara langsung dari Presiden Joko Widodo. (J-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved