Merger PT Jangan sekadar Wacana

PUPUT MUTIARA puput.mutiara@mediaindonesia.com
13/2/2017 03:41
Merger PT Jangan sekadar Wacana
(MI/MI/Puji Santoso)

KEMENTERIAN Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) baru-baru ini kembali menggaungkan wacana merger perguruan tinggi (PT). Salah satunya bertujuan untuk mengurangi jumlah PT di Indonesia yang saat ini mencapai 4.482, baik negeri maupun swasta. Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Budi Djatmiko menekankan pemerintah agar tidak sekadar membuat wacana. Itu disebabkan merger PT sudah pernah direncanakan sejak tiga menteri sebelumnya, tetapi tidak terwujud.

“Memang itu sudah dikonsultasikan dengan kami, tapi masalahnya tidak mudah menyatukan mereka,” ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (12/2). Lebih lanjut, pemerintah mestinya membuka kemudahan bagi PT yang ingin bergabung (merger), semisal memberi hibah atau beasiswa menyekolahkan dosen yang masih strata 1 (S-1) ke S-2 agar sesuai aturan UU No 14/2005 tentang Guru dan Dosen. Menurut Budi, pemerintah selama ini cenderung hanya memberikan imbauan tanpa disertai kemudahan proses. Alhasil, merger yang semula digadang-gadang mampu meningkatkan kualitas PT khususnya yang masih belum terakreditasi atau akreditasi C sulit terlaksana.

“Selama cuma imbauan-imbauan saja, ya, sulit karena itu hak asasi manusia untuk bergabung,” tukasnya. Meski begitu, ungkap Budi, pihaknya selalu siap mendampingi serta membantu PT khususnya perguruan tinggi swasta (PTS) yang ingin merger, antara lain dengan menyediakan sistem guna mempercepat proses penggabungan perguruan-perguruan tinggi tersebut. Di samping itu, Aptisi juga akan memfasilitasi penandatanganan pakta integritas sehingga diharapkan ke depan tidak akan memunculkan masalah ketika sejumlah perguruan tinggi dari latar belakang yayasan yang berbeda bergabung menjadi satu universitas. “Kita dorong terus upaya merger ini agar benar-benar terlaksana. Perlahan tapi pasti, kalau itu bisa terwujud, kualitas PT akan meningkat,” tandasnya.

Masih didata
Pada kesempatan sebelumnya, Direktur Jenderal Kelembagaan Kemenristek Dikti Patdono Suwignjo meng­utarakan saat ini pihaknya masih melakukan pendataan terhadap PT mana saja yang akan dimerger. Ditargetkan, data telah siap pada Maret mendatang. “Kami sudah siapkan surat edaran untuk setiap PT. Memang sifatnya masih imbauan,” cetusnya. Meski demikian, ia memastikan merger tidak hanya antarperguruan tinggi yang memiliki akreditasi rendah, tetapi juga melibatkan perguruan tinggi terakreditasi A atau B.

Hal itu nantinya akan ditentukan berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan Kemenristek Dikti. Selain mempersiapkan data perguruan-perguruan tinggi, menurut Patdono, pihaknya telah menyiapkan strategi merger yang diutamakan untuk mendukung daerah terluar, tertinggal, terdepan (3T) supaya lebih mudah meng­akses pendidikan, antara lain dengan membuka kelas jarak. “Kita sudah siapkan beberapa seperti IPB, ITS, Poltek Elektronika Negeri Surabaya, dan Poltek Manufaktur Ban­dung untuk nanti mereka buka kelas jarak jauh. Mungkin kerja sama juga dengan Univeritas Terbuka (UT),” pungkas dia. (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya