Olly Riches Percaya pada Karyawan

Jessica Sihite jessica@mediaindonesia.com
13/2/2017 07:41
Olly Riches Percaya pada Karyawan
(MI/RAMDANI)

WAJAH ramah dan sapaan hangat terpancar saat Media Indonesia bersalaman dengan Presiden Direktur Michael Page Indonesia, Olly Riches. Terlihat muda untuk menjadi seorang presiden direktur sebuah perusahaan multinasional. Benar saja, Olly baru menginjak usia 38 tahun dan sudah dipercaya untuk menakhodai sebuah perusahaan konsultan perekrutan tenaga kerja profesional yang induk usahanya berada di London, Inggris. Sosoknya yang berjiwa muda terlihat dari bahasa tubuhnya dan cara ia berbicara.

Media Indonesia berkesempatan berbincang langsung dengannya di kantor Michael Page Indonesia, Jakarta, Selasa (7/2). Kala itu, Olly berce­rita tentang perusahaannya dan bagaimana ia memimpin dalam usia semuda itu.
“Kepemimpinan, menurut saya, juga memberi kepercayaan dan kesempatan kepada karyawan, baik untuk mengambil keputusan dan mengeksekusi sebuah proyek,” ucapnya.

Olly mengatakan tidak banyak perusahaan multinasional yang mau melakukan cara tersebut. Namun, ia memandang karyawan haruslah dijadikan mitra kerja. Kepercayaan dan kemandirian menjadi kunci bagi karyawan untuk bisa meluapkan segala kemampuan yang ada di dalam diri mereka.

Kalimatnya itu pun terlihat nyata saat kami melangsungkan sesi wawancara. Dia memercayai para manajernya untuk berbincang sendiri terkait dengan kinerja Michael Page Indonesia tanpa harus ia awasi. “Saya ingin mereka (para karyawan) hingga yang posisinya paling rendah untuk bisa mandiri dan bisa menuangkan kemampuannya,” tukas Olly.

Kendati menaruh kepercayaan penuh, Olly menyampaikan dirinya tetap memberikan pelatihan untuk pengembangan diri pada karyawannya. Menurutnya, hal itu juga penting untuk mengembangkan perusahaan. Dengan metode kepemim­pinan itulah Olly mencapai kesuksesan.

Selama menjadi nakhoda Michael Page Indonesia, Olly mengaku dirinya sudah membuat perusahaan itu berkembang pesat. Dia mengatakan cabang Michael Page di Tanah Air bertumbuh paling cepat secara global. Pertumbuhan yang dimaksud ialah pencapaian mereka dalam menyatukan para pencari kerja dengan perusahaan-perusahaan yang bermitra dengan Michael Page Indonesia.

“Indonesia saat ini sudah menjadi cabang Michael Page yang bertumbuh paling cepat di dunia. Karyawan yang keluar pun selama ini sangat rendah ketimbang cabang di negara lain,” paparnya. Kesuksesan itu pun dinilainya berulang setelah ia mengembangkan Michael Page di daratan Tiongkok. Sebelum membuka cabang di Indonesia, Olly bekerja di Michael Page Shanghai pada 2007. Di sana ia meluncurkan dan mengembangkan bagian supply chain, manufaktur, penjualan, pemasaran, ritel, SDM, dan teknologi di seluruh daratan Tiongkok.

Setelah itu, dia pindah ke kantor Beijing pada 2011 dan membawanya menjadi salah satu kantor Michael Page dengan pertumbuhan tercepat pada 2012. Pencapaian itu, kata dia, diperoleh sembari membangun tim manajemennya yang sebagian besar merupakan tenaga kerja lokal. “Kantor di Jakarta dibangun sejak 2013 dan kita sudah punya 35 konsultan untuk mereka yang mencari pekerjaan dan para perusahaan yang mencari karyawan. Kantor cabang kami ini ialah grup bisnis dengan perkembangan terpesat pada 2015 dan 2016,” ujarnya.

Pria yang memiliki istri berdarah Indonesia itu mengatakan dirinya memang ingin berkecimpung di perusahaan multinasional. Dia pun memandang bekerja sebagai konsultan memiliki tantangan tersendiri, bagaimana menyatukan keinginan klien dengan para pencari kerja yang ada.

Meski sudah mendulang prestasi di Indonesia, Olly masih memiliki berbagai harapan untuk bisnisnya tersebut. Salah satunya menyamakan rasio pekerja di perusahaan lokal dan multinasional. “Saat ini, rasio pekerja masih 65% di perusahaan multinasional dan 35% di perusahaan lokal. Kita mau porsinya menjadi 50-50 karena memang potensi bagian untuk perusahaan lokal masih sangat besar. Kami mau perusahaan lokal Indonesia yang menjadi kunci pembangunan negara,” harapnya.

Membangun negeri
Olly mengatakan pihaknya kini tengah menggencarkan kampanye Membangun Negeri. Kampanye itu menjadi salah satu cara perusahaannya meningkatkan rasio pekerja di perusahaan nasional. Kampanye Membangun Negeri dibuat Michael Page Indonesia guna menarik para lulusan atau pekerja profesional Indonesia yang masih berada di luar negeri. Niat itu dituangkan seusai melihat hasil survei Asia Salary Employment Outlook 2017 yang dibuat perusahannya. Dalam survei itu, pihaknya mengungkapkan sebanyak 58% perusahaan di Indonesia telah mempekerjakan minimal satu pekerja di Indonesia yang kembali dari luar negeri selama 2016.

Tren itu pun dinilainya akan terus berlanjut pada tahun ini karena banyak perusahaan lokal Indonesia yang melakukan diversifikasi dan perluasan bersama perusahaan multinasional. “Perekrutan tenaga kerja sedang mengalami peningkatan karena masuknya perusahaan multinasional yang meningkatkan investasi. Yang lebih menggembirakan, survei tahunan kami juga menemukan bahwa 53% perusahaan di Indonesia berencana meningkatkan jumlah karyawan mereka tahun ini, lebih tinggi daripada rata-rata di Asia yang hanya 44%,” papar Olly. Di samping itu, sebanyak 82% perusahaan Indonesia masih berharap menaikkan gaji di atas 5% dalam setahun ke depan. Hal-hal itu yang dinilai Olly bisa menarik mereka yang masih berada di luar negeri untuk berkarya di negeri sendiri.

Ingin bawa istri
Olly mengaku selama ia menjadi Presiden Direktur Michael Page Indonesia, ia hidup sendiri tanpa keluarga. Istrinya yang keturunan Taiwan-Indonesia tidak ikut dengannya. Karena itu, ketika ditanya hal apa yang masih belum dicapai dalam hidupnya, dia mengatakan ingin sang istri tinggal dengannya di Jakarta. “Saya mau keluarga saya tinggal di sini. Istri saya keturuan Taiwan-Indonesia. Dia lahir di Taipei dan punya keluarga di Surabaya. Tapi sayangnya, hanya saya yang di Jakarta,” kata Olly.

Dia pun mengaku memiliki keluarga yang tersebar di Inggris, Australia, dan Inggris. Pria yang hobi berolahraga golf, lari, dan bersepeda itu juga mengaku keluarga merupakan kunci kesuksesannya dalam berkarier. Sang ayah yang juga pebisnis dijadikannya sebagai sosok yang sangat menginspirasinya dalam hidup dan bekerja. “Ayah saya merupakan pebisnis yang sukses, dia membangun bisnisnya dari nol dan hingga kini masih bekerja. Dia menanamkan sifat kekeluargaan yang kuat pada diri saya,” ucap Olly. Berkaca pada sang ayah, Olly mengaku ingin sukses dan kuat dalam bekerja dan menjalani hidup. Dia berharap bisa terus dipercaya mengembangkan Michael Page Indonesia dengan meningkatkan porsi tenaga kerja lokal di berbagai perusahaan nasional. (E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya