Perlu Budaya Literasi di Era Teknologi

Putri Rosmalia Okta
09/2/2017 19:15
Perlu Budaya Literasi di Era Teknologi
(MI/Galih Pradipta)

MULTIKULTURALISME di Indonesia yang telah berlangsung sejak berabad-abad lamanya saat ini tengah menghadapi tantangan yang cukup berat. Hal tersebut sebenarnya juga tengah terjadi di berbagai belahan bumi lain. Kesenjangan ekonomi, sosial, hingga politik yang telah terlalu parah, dinilai menjadi salah satu pemicu.

Penilaian tersebut disampaikan Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid pada acara Koentjaraningrat Memorial Lectures XIII/ 2017, di Museum Nasional, Jakarta, Kamis (9/2).

Oleh karena itu, kata Hilmar, pendekatan budaya dan literasi bagi masyarakat di tengah perkembangan teknologi, menjadi suatu hal yang harus terus diupayakan.

Dikatakan Hilmar, untuk menekan agar hal tersebut tidak semakin parah, harus ada proses seleksi atas keragaman ekspresi budaya yang muncul untuk mengamankan kepentingan nasional dan memajukan kebudayaan bangsa. Dalam ranah kebijakan budaya, kata dia, hal tersebut dapat dilakukan melalui beberapa hal untuk mengupayakan kemajemukan yang berbasis pada keadilan sosial-ekonomi.

Di antaranya, mendorong akses bagi seluruh masyarakat pada berbagai kegiatan kebudayaan. Dengan demikian keragaman identitas masyarakat akan lebih dikenal dan diterima. Selain itu, pemberdayaan ekonomi juga harus dilakukan melalui berbagai hal termasuk melalui pengembangan budaya dan tradisi yang ada.

"Karena pada dasarnya salah satu hal yang membuat terjadi berbagai masalah ini adalah ketimpangan ekonomi dan sosial yang telah terjadi sekian lama tanpa ada perbaikan," tukas Hilmar.OL-2



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya