NU ANZ Prihatin Alumni Australia Mau Gabung IS

Micom
28/1/2017 10:34
NU ANZ Prihatin Alumni Australia Mau Gabung IS
(thinkstock)

JAJARAN Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Australia dan Selandia Baru (ANZ) menyatakan keprihatinannya terhadap alumni Flinders University, Australia, yang juga mantan pegawai negeri di Kementerian Keuangan RI, Triyono Utomo, yang hendak bergabung dengan Islamic State (IS).

"Kasus itu sangat memprihatinkan dan mengagetkan kami," kata Rais Syuriah PCINU ANZ, Nadirsyah Hosen, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Antara di Jakarta, Jumat (27/1) malam.

Ia mengingatkan para pelajar dan umat Muslim asal Indonesia di Australia harus bijak dalam memilih dan mengikuti kelompok-kelompok Islam yang memang beragam.

"Terlebih jika diajak kelompok yang menebarkan benih-benih radikalisme harus berhati-hati dan waspada," kata profesor doktor ilmu hukum yang mengajar di Fakultas Hukum Monash University, Australia, itu.

Nadirsyah menjelaskan salah satu misi PCINU ANZ adalah meredam radikalisme di kalangan mahasiswa dan masyarakat Indonesia di benua kanguru itu.

"Oleh sebab itu, kajian keislaman seyogyanya disampaikan oleh mereka yang jelas 'sanad' keilmuannya dan berpaham Islam moderat yang menebar rahmat bagi semesta alam," ujarnya.

Ia berharap pada masa mendatang tidak ada lagi warga negara Indonesia alumni Australia yang mengikuti jejak Triyono Utomo bergabung dengan ISIS tersebut karena dapat mencoreng citra Islam Indonesia.

Triyono Utomo dideportasi oleh pemerintah Turki karena diduga hendak menyeberang ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. Dia merupakan PNS di Kementerian Keuangan sebelum mengundurkan diri dan berangkat ke Turki pada Agustus 2016. OL-2



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya