Sarapan Sehat, Yuk

(*/S-1)
25/1/2017 08:10
Sarapan Sehat, Yuk
()

ZAMAN modern saat ini yang menuntut serbapraktis membuat anak sering kali mendapat menu sarapan serbacepat, seperti mengonsumsi mi instan atau roti dengan sosis. Kondisi itu yang membuat tujuh dari 10 anak Indonesia mengalami kekurangan gizi sarapan. Padahal, kekurangan gizi sarapan akan memengaruhi kemampuan menangkap pelajaran dan aktivitas fisik. Jika kebiasaan sarapan kurang bergizi atau tidak sarapan itu tidak segera dibenahi, Indonesia akan tertinggal dari negara-negara tetangga dalam menciptakan generasi tangguh.

Menyadari pentingnya sarapan, pemerintah pun mengeluarkan peraturan Menteri Kesehatan No 41 Tahun 2015 tentang Pedoman Gizi Seimbang. Salah satu dari 10 pesan gizi seimbang ialah biasakan sarapan. “Sarapan itu penting untuk menjaga konsentrasi dan mood anak. Menu terbaik sarapan ialah menu seimbang seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral seimbang. Untuk asupan kalorinya disesuaikan dengan tinggi dan berat si anak,” tutur dokter yang juga artis dan ibu tiga anak Lula Kamal ketika dihubungi Media Indonesia, Selasa (24/1).

Peneliti pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan Badan Litbang Kesehatan Kemenkes RI Nurfi Afriansyah MScPH mengatakan sarapan yang bermutu tinggi dapat meningkatkan konsentrasi belajar di sekolah. “Ini sangat penting karena saat ini anemia masih menjadi salah satu masalah yang dihadapi anak-anak, terutama usia sekolah dan remaja, khususnya perempuan,” jelasnya.

Karena itu, sebelum berangkat sekolah mereka harus terlebih dahulu sarapan. Menu sarapan pun tentunya tidak asal si anak kenyang, tetapi juga harus mengandung minimal cukup karbohidrat sehat, sarat serat (cukup protein) plus cukup protein dan lemak sehat serta vitamin dan mineral. Sarapan yang bermutu gizi, lanjut Nurfi, hendaknya menyumbang 25%-30% kalori. Namun, kecukupan energi/kalori (KE) & protein (KP) anak laki-laki dan perempuan berbeda di setiap rentang usia (lihat tabel).

Dia menyarankan untuk menu sarapan terdiri dari nasi, sayur, lauk, atau roti dengan selai dan jus. Alternatif lainnya roti dengan telur selada, oat dan telur mata sapi, wortel dan tomat yang digoreng dengan menggunakan minyak zaitun. Selain itu, perlu diperhatikan waktu sarapan yang baik, yakni pukul 05.00-09.00. “Namun, untuk anak sekolah, idealnya dilakukan sebelum waktu belajar dimulai, yakni pukul 06.00-06.30 agar anak bisa memulai pelajaran dengan perut sudah terisi dan dapat berkonsentrasi,” paparnya.

Sebaiknya, lanjutnya, para orangtua tidak melewatkan sarapan untuk anak-anaknya. Kalaupun terpaksa melewatkan sarapan di rumah, usahakan membawa bekal dari makanan yang dibuat di rumah. “Makanan yang dibuat di rumah lebih bergizi, lebih sehat, dan lebih aman dari bahan yang membahayakan kesehatan.” “Namun, bila sarapan terpaksa dibeli di sekolah, pilihkan makanan yang bergizi tinggi, sehat, dan aman. “Lebih baik memilih lontong sayur plus telur dan tahu daripada roti isi sosis untuk dikonsumsi anak Anda,” pungkasnya. (*/S-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya