Ngemil tanpa Rasa Bersalah

(Mus/S-25)
25/1/2017 07:50
Ngemil tanpa Rasa Bersalah
(THINKSTOCK PHOTOS)

MENGEMIL atau menikmati kudapan ringan memang asyik dilakukan pada saat senggang sekaligus sebagai pengganjal perut ketika lapar datang sebelum waktu makan. Namun, banyak orang ketika mengemil tidak memperhatikan asupan kalori dari kudapan yang mereka konsumsi. Kata ‘kalori’ awalnya digunakan di Prancis, sekitar awal 1800. Dalam pandangan ilmu pengetahuan, 1 kilokalori (Kkal) ialah jumlah energi yang dibutuhkan untuk meningkatkan suhu 1 kg air sebanyak 1 derajat celsius, sedangkan dari sudut pandangan nutrisi, secara sederhana kalori merupakan banyaknya energi yang kita peroleh dari makanan.

Makanan yang mampu memasok energi ialah karbohidrat (4 kalori per gram), protein (4 kalori per gram), dan lemak (9 kalori per gram). Pasokan tiga zat gizi tersebut memberi energi yang bermanfaat bagi tubuh, seperti memperbaiki sel-sel agar berfungsi baik hingga memberi energi bagi manusia beraktivitas sehari-hari. Unsur makanan seperti vitamin, mineral, dan serat juga termasuk sebagai gizi dalam makanan yang dibutuhkan tubuh. Namun, ketiga jenis zat gizi tersebut tidak memiliki kalori. Contoh konsumsi satu piring makanan yang mengandung karbohidrat, antara lain nasi dan daging ayam yang mengandung protein dan lemak akan menjadi energi yang bisa dimanfaatkan untuk beraktivitas maupun memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.

Bila makanan yang dikonsumsi terlalu banyak jika dibandingkan dengan jumlah kalori yangdibutuhkan, tetapi jarang melakukan aktivitas fisik atau hanya beraktivitas ringan, kalori yang berlebihan dari makanan tersebut akan disimpan tubuh dalam berbagai bentuk cadangan, yaitu berupa glikogen, protein, dan lemak. Karena itu, orang yang kelebihan berat badan kemungkinan besar karena terdapat cadangan lemak yang terlalu banyak di dalam tubuh. Penyebabnya karena mengonsumsi kalori secara berlebihan dan jarang melakukan aktivitas fi sik. Kebutuhan kalori pada manusia berbeda berdasarkan usia maupun jenis kelamin. Seperti pada wanita berusia 19 tahun-30 tahun untuk beraktivitas ringan butuh sekitar 2.000 kalori per hari, sedangkan pria yang berusia 19 tahun-30 tahun dengan aktivitas ringan membutuhkan 2.400 kalori per hari.

Meski kalori dapat meningkatkan berat badan secara berlebih, kalori bukan sesuatu yang buruk bagi tubuh. Setiap sel hingga sel terkecil sekalipun di dalam tubuh membutuhkan kalori agar dapat bekerja dan berfungsi secara sempurna. Dengan kata lain, seseorang tidak mampu hidup tanpa kalori. Masalah terkait dengan kalori baru akan muncul pada saat terjadi konsumsi kalori secara berlebihan atau kurang. Oleh sebab itu, meskipun sedang dalam program penurunan berat badan, bukan berarti Anda sepenuhnya diwajibkan untuk menghindari konsumsi kalori.

Pilihan menarik
Kini tidak perlu khawatir karena sudah ada kudapan yang sesuai bagi siapa pun yang sedang dalam proses penurunan berat badan, yaitu Fitbar yang diproduksi Kalbe. Fitbar adalah snack bar enak yang rendah kalori, cocok dikonsumsi di setiap momen dalam setiap aktivitas harian. Fitbar juga bebas kolestrol dan bebas trans-fat karena salah satu bahan yang digunakan adalah oat yang merupakan salah satu sumber makanan menyehatkan yang kaya akan serat. Dengan varian rasa chocolate, fruits, dan nuts memberikan pilihan menarik untuk ngemil tanpa rasa bersalah terhadap peningkatan berat badan. Dengan slogan Fitbar, ‘Snacking with no worry’, kudapan ini mengandung kalori yang rendah sekitar 90 kcal. andungan kolestrol 0 mg, trans-fat 0 g, dan mengandung kalsium serta vitamin A, B12, dan C. (Mus/S-25)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya