Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah Indonesia mulai terjadi pada awal tahun ini. Kemarau yang mulai datang berakibat memunculkan titik panas atau hotspot di beberapa daerah.
Beberapa wilayah yang terpantau yakni Riau, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Barat menjadi daerah yang telah mengalami kenaikan jumlah hotspot dalam seminggu terakhir ini. "Ancaman karhutla 2017 ini lebih besar dari 2016. Tapi lebih kecil dari 2015. Patroli, sosialisasi dan penegakan hukum harus ditingkatkan," ungkap Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, Senin (23/1).
Memasuki minggu terakhir Januari, beberapa daerah memang telah mulai mengalami kemarau. Salah satunya yang paling akan berdampak adalah di Riau dan beberapa wilayah Sumatra yang memiliki dua fase kemarau. Pada akhir Januari hingga Maret dan pada Juni hingga Oktober.
"Pada periode pertama, kemaraunya tidak terlalu kering dibandingkan dengan periode kemarau kedua. Namun demikian lahan mudah dibakar," tutur Sutopo.
Pelaksanaan jadwal pilkada serentak pada awal tahun ini menurut Sutopo menjadi salah satu potensi kelalaian pihak Pemda dalam memantau karhutla. Dia berharap intensitas pemda dalam memantau dan koordinasi pencegahan karhutla tetap terjalin.
Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang dihitung dengan satelit Terra Aqua diketahui, peningkatan jumlah hotspot seminggu terakhir terjadi di Sumsel dan Sulsel. Sementara itu di Riau, jumlah hotspot masih sama dengan minggu lalu yaitu 1 titik. Kalbar yang minggu lalu memiliki panas tinggi dan memiliki 5 hotspot mengalami penurunan menjadi 0. Sejauh ini tidak ditemukan hotspot di wilayah Papua.
Dalam rakornas Menko Polhukam Wiranto dan Menteri LHK Siti Nurbaya meminta seluruh pihak terkait untuk lebih berhati-hati dalam menghadapi karhutla tahun ini. Kemarau yang akan lebih kering dibanding 2016 membuat potensi karhutla semakin besar.
Denga adanya potensi tersebut, Siti mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai upaya pencegahan. Koordinasi untuk penanggulangan bila kebakaran terjadi juga dilakukan bersama dengan BNPB dan pemda di daerah-daerah rawan kebakaran.(OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved