Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT menular yang sering disebut antraks yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis positif menyerang Kabupaten Kulonprogo. Wilayah lain di DI Yogyakarta dinyatakan bersih dari antraks.
Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kulonprogo mengakui adanya bakteri tersebut di wilayah kerjanya. Namun demikian, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kulonprogo Bambang Tri Harsono meminta daerah di sekitar Kulonprogo tidak perlu ketakukan.
"Kondisi pasien antraks sudah tertangani dan isolasi terhadap kawasan munculnya antraks juga sudah dilakukan. Dia memastikan seluruh ternak di kawasan ring satu antraks yakni desa Purwosari, Girimulyo, Kulonprogo sudah diawasi secara ketat bahkan vaksinasi juga sudah dilakukan.
"Untuk sementara tidak boleh ada hewan ternak baik sapi maupun kambing yang keluar dari wilayah ring satu antraks sampai situasinya benar-benar kondusif," ujarnya. Pihaknya juga memastikan tidak menemukan antraks di daerah lain di luar kabupaten Kulonprogo bahkan 16 warga desa Purwosari yang dinyatakan terkena antraks sudah dinyatakan sehat dan boleh dibawa pulang dari rumah sakit.
Berita adanya serangan antraks di DI Yogyakarta memang banyak dijumpai di media sosial. Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X meminta warganya untuk tidak khawatir dengan penyakit antraks. "Dari (RSUP dr) Sardjito tidak ada (laporan) yang sakit antraks," kata Sultan di Komplek Kepatihan, Senin (23/1).
Sultan pun meminta masyarakat agar tidak khawatir untuk mengonsumsi daging. Sebelumnya, Tim Respon Cepat Waspada Antraks Fakultas Kedokteran UGM, Dr Riris Andono Ahmad menyampaikan, kesiapsiagaan dan pemahaman yang benar tentang antraks akan membantu masyarakat terhindar dari penyakit tersebut.
"Penyakit ini hanya ditularkan dari hewan ke manusia. Penyakit Antraks tidak menular dari manusia ke manusia," kata dia. Penularan Antraks bisa melalui kontak langsung ataupun tidak langsung dengan hewan, bangkai, atau produk hewan sakit yang terinfeksi antraks.
Antraks bisa menyerang kulit, saluran cerna, dan saluran pernafasan. Saat manusia terkena antraks, penyakit tersebut bisa disembuhkan lewat penanganan yang tepat.
Heru Susetya PhD, dokter hewan yang juga menjabat Ketua Departemen Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan UGM, mengimbau agar tidak menyembelih dan mengonsumsi hewan ternak yang sakit. Masyarakat dapat menghubungi Pos Kesehatan Hewan atau Rumah Pemotongan Hewan untuk memastikan hewan ternak boleh dikonsumsi dan bebas dari
antraks.
"Ciri daging yang aman dikonsumsi adalah berwarna merah segar dan tidak berbau anyir," kata Heru. Antraks pada hewan ternak dapat diidentifikasi melalui tanda-tanda yang ada, antara lain sakit luar biasa pada pinggang, kepala dibentur-benturkan atau diputar-putarkan, dalam waktu 10-36 jam hewan ternak akan mati dengan tanda-tanda keluar darah hitam di seluruh lubang tubuh. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved