Pakar Masih Beda Pendapat Soal Antraks di DIY

Agus Utantoro
22/1/2017 13:50
Pakar Masih Beda Pendapat Soal Antraks di DIY
(MI/Djoko Sardjono)

DINAS Kesehatan DI Yogyakarta mengakui masih ada perbedaan pendapat antara para pakar untuk menentukan apakah 16 pasien yang diduga terserang antraks seluruhnya terinfeksi bakteri yang bisa membahayakan kesehatan manusia itu.

“Walaupun memang ada indikasi karena pasien itu diketahui memakan daging sapi yang sakit,” kata Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastuti, saat dikonfirmasi terkait merebaknya isu antraks di DI Yogyakarta.

“Penyelidikan epidemiologi masih kami lakukan baik ke ternaknya maupun manusianya, sehingga kami menyatakan itu baru suspect (terindikasi), belum bisa dikatakan positif,” kata dia.

Adapun terkait meninggalnya seorang pasien asal Godean, Sleman yang diduga terinfeksi antraks, Pembajun mengatakan tim survailance Dinkes DIY saat ini juga sedang menyelidiki dan mengevaluasi di lapangan. Apalagi, menurut dia, selama ini di Godean tidak ada ternak yang terjangkit antraks. “Kasus di Godean ini masih menjadi evaluasi kami, sebab selain tidak ada ternak lingkungannya juga bersih,” kata Pembajun.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak cemas berlebihan dan takut datang ke wilayah Kulon Progo, sebab ia memastikan seluruh ternak sapi di daerah itu telah disuntik vaksin dan dilakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan kandangnya.

“Insya Allah sudah aman tidak perlu ragu datang ke Kulonprogo. Apalagi sampai sekarang juga tidak ada kasus baru dan ternak yang mati,” kata dia. Sebelumnya, di media sosial ramai ada imbauan kepada warga untuk tidak melintas atau berkunjung ke Kulonprogo.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya