Dugaan Ada Pasien Terjangkit Virus Antraks Didalami

Antara
22/1/2017 08:45
Dugaan Ada Pasien Terjangkit Virus Antraks Didalami
(DOK MI/JHONI KRISTIAN)

WAKIL Presiden M Jusuf Kalla meminta pihak rumah sakit untuk memperlakukan secara khusus terhadap pasien yang diduga terjangkit antraks agar tidak menjalar dan bisa segera ditangani dengan baik. "Harus ada perlakukan khusus terhadap mereka para pasien ini," kata Wapres di Makassar, Sulawewsi Selatan, Minggu (22/1).

Beredarnya berita ada beberapa orang yang terjangkit virus antraks ini setelah di sosmed menjadi perbincangan ramai. Kasus tersebut muncul setelah tersebar surat pemberitahuan No.YK.01-02/I/1222/2017 dari RSUP Sardjito kepada Dinas Kesehatan Sleman, jika HA kelahiran 18 Maret 2008 itu meninggal akibat virus antraks. Lebih lanjut JK menjelaskan untuk menangani hal tersebut diperlukan operasi khusus.

Namun demikian, baik Dinas Kesehatan Sleman maupun RSUP Sardjito membantah isi surat tersebut. Tidak hanya surat, pesan berantai (broadcast) di group-group warga pun bermuculan.

Pesan berantai tersebut meminta agar masyarakat menghindari wilayah Godean dan Sardjito. Dalam pesan berantai tersebut, warga dilarang untuk memakan daging sapi.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Nurulhayah menjawab jika isi surat tersebut ngawur. Menurut dia, penyebab meninggalnya korban HA akibat radang selaput otak.

Hasil uji laboratorium RSUP Sardjito yang menyatakan HA positif terjangkit Bacillus anthracis atau antraks masih didalami. Dijelaskan Nurul, usai menerima Informasi dari RSUP Sardjito Dinkes Sleman langsung menerjunkan tim ke Simping Sidomoyo Godean.

Tim observasi langsung melakukan investigasi ke rumah suspect dan lingkungan sekitar. Hasilnya, lanjut Nurul, suspect yang berusia delapan tahun itu sebelumnya juga tidak memakan daging sapi. Selain itu, di lingkungan suspect juga tidak ditemukan
hewan ternak.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya