Menhaj Sebut PPIH Daker Mekah Emban Tugas Berat

Despian Nurhidayat
23/4/2026 08:53
Menhaj Sebut PPIH Daker Mekah Emban Tugas Berat
Pemberangkatan PPIH Arab Saudi Daker Mekah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (23/4/2026).(MI/Despian)

MENTERI Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang bertugas di Daerah Kerja (Daker) Mekah memikul tanggung jawab yang sangat besar. Hal ini dikarenakan Mekah merupakan titik sentral sekaligus lokasi puncak pelaksanaan ibadah haji.

"Tugas ibu bapak sekalian bukan ringan, karena ini puncak jemaah haji. Di sini seluruh jemaah bertemu di Mekah, Arafah, dan Mina. Tugas kalian memastikan para tamu Allah Indonesia bisa mendapat pelayanan nyaman tanpa gangguan berarti," ungkap sosok yang akrab disapa Gus Irfan tersebut dalam acara Pemberangkatan PPIH Arab Saudi Daker Mekah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Representasi Wajah Negara

Gus Irfan menekankan bahwa peran PPIH melampaui tugas administratif semata. Para petugas adalah representasi langsung dari wajah Indonesia di mata dunia internasional, khususnya di Arab Saudi.

"Apapun yang dilakukan, kesalahan sedikit pun dianggap kesalahan negara. Keberhasilan kalian juga akan dianggap keberhasilan negara. Sikap saudara akan memengaruhi kekhusyukan ibadah jemaah. PPIH harus hadir dengan semangat melayani, bukan minta dilayani," tegasnya.

Ia juga mengingatkan para petugas untuk menyiapkan fisik dan mental yang kuat guna menghadapi situasi di lapangan, termasuk ketidakpastian akibat situasi geopolitik di Timur Tengah yang saat ini masih memanas.

Etika dan Pelayanan Jemaah Lansia

Dalam arahannya, Menteri Haji menyoroti pentingnya etika dan kesabaran ekstra. Mengingat profil jemaah Indonesia yang didominasi oleh lulusan SD dan kelompok lanjut usia (lansia), petugas diminta untuk menjaga tutur kata dan perilaku.

Instruksi Etika Petugas:
  • Hindari ucapan kasar, nada tinggi, dan sikap yang melukai perasaan jemaah.
  • Dilarang merokok di depan jemaah; gunakan tempat yang telah ditentukan.
  • Hindari guyonan vulgar selama bertugas.
  • Utamakan pelayanan bagi lansia dan jemaah berkebutuhan khusus.

Gus Irfan berharap para petugas bekerja dengan niat ibadah demi menjaga reputasi jemaah haji Indonesia yang selama ini dikenal oleh otoritas Arab Saudi sebagai jemaah yang paling sopan, tertib, dan disiplin.

Menutup arahannya, ia memberikan peringatan keras terkait komitmen waktu penugasan. "Tidak ada izin pulang lebih awal apa pun alasannya. Kalau masih merencanakan pulang lebih awal, lebih baik tidak berangkat. Semoga seluruh pengabdian menjadi amal saleh dan mewujudkan haji yang aman, bersih, dan bermartabat," pungkasnya. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya