Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI Tika Kartika, perceraian merupakan hal yang paling menyakitkan dalam hidupnya. Terlebih perceraian terjadi saat ketiga anaknya masih sangat muda. “Saya hidup sendiri sebagai single parent. Namun, saya tak berkecil hati meskipun harus membiayai tiga anak,” kata Tika. Perjuangan Tika terasa makin berat karena masih kuatnya pandangan negatif masyarakat akan status janda. Namun, cibiran orang tidak membuatnya minder. Ia justru memilih membuktikan diri dengan aktif di berbagai organisasi.
“Sampai sekarang pun tak jarang saya mendapatkan perlakuan diskriminatif. Akan tetapi, sejak bergabung di Pekka, kepercayaan diri saya meningkat. Saya balik bertanya kepada siapa pun jika sudah menyinggung soal status. Kenapa dengan janda? Selama ini saya bisa lakukan apa yang seharusnya saya lakukan, dan saya bisa membantu masyarakat. Jadi, apa yang salah dengan janda?” tegasnya. Kesibukannya dengan berbagai aktivitas di luar tak lantas membuat Tika melupakan tiga anaknya. Tika selalu membawa ketiga anaknya ke berbagai aktivitasnya. Kalaupun tidak memungkinkan diajak, anak-anak itu ia titipkan sejenak pada orangtuanya. “Mereka juga jadi tahu kesibukan ibunya,” ujarnya. Kini tiga anaknya sudah beranjak dewasa. Anak paling besar bahkan sudah menikah dan telah memberikan Tika seorang cucu.
Kiprah Tika di organisasi sendiri terbukti dengan kepercayaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepadanya sebagai Pendamping Lapangan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka). Ia juga ditunjuk sebagai mentor di Akademi Paradigta. Di akademi itu Tika merasa semakin lebar kesempatan untuk memotivasi kaum perempuan. Akademi Paradigta merupakan sebuah bentuk pelatihan bagi kalangan perempuan yang sudah terstruktur selama satu tahun dengan materi berbagai hal menyangkut pemberdayaan. Pesertanya tak hanya khusus perempuan berstatus janda, tapi juga ada yang masih lajang maupun berumah tangga.
“Pesertanya berasal dari 10 desa di empat kecamatan, yakni Kecamatan Cipanas, Sukaluyu, Sukaresmi, dan Cugenang. Insya Allah pada Januari ini mereka akan diwisuda. Lulusannya ialah perempuan-perempuan hebat yang sudah dibekali dengan berbagai hal berkaitan dengan pemberdayaan. Jumlah yang akan diwisuda sebanyak 55 orang,” ucapnya dengan bangga. Tahun ini, menurut rencana, akan dibuka kelas baru dengan cakupan peserta dari 24 kecamatan di Kabupaten Cianjur.
Keberadaan sekolah Akademi Paradigta yang selama ini hanya di Desa Sukanagalih, Kecamatan Pacet, menurut rencana, akan ditambah ke empat titik lain, yakni di Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang, Sukaluyu, dan Kecamatan Gekbrong. Dengan semakin banyaknya lulusan Akademi Paradigta, Tika berharap kalangan perempuan bisa tampil di desa masing-masing. “Prinsipnya, jika hanya satu perempuan saja yang tampil, desa itu susah maju. Apalagi masih ada kesan diskriminasi terhadap kaum perempuan. Akan tetapi, kalau di satu desa minimalnya 1/3 perempuannya berpikiran maju dan memiliki keinginan, insya Allah desa itu akan maju. Akan banyak keinginan dan harapan yang dicita-citakan kaum perempuan bisa tercapai,” imbuhnya. (BB/M-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved