Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS campak yang masih terjadi di Indonesia menyerang semua usia baik anak-anak maupun orang dewasa. Namun perlindungan melalui vaksin hanya digembor-gemborkan untuk anak saja, padahal orang dewasa juga memerlukan vaksin. Sebagian orang dewasa dapat memiliki proteksi yang tidak optimal jika status imunisasi masa kecil tidak lengkap atau bukti kekebalan tidak jelas. Sehingga terjadinya immunity gap atau kesenjangan cakupan imunisasi sehingga terjadi peluang terjadi kasus pada orang dewasa.
Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, Iris Rengganis menjelaskan kebiasaan orang dewasa berupa mobilitas yang tinggi seperti perjalanan, kuliner, perjalanan internasional, dan sebagainya merupakan peningkatan penularan virus campak. “Pada usia dewasa mencapai 18 tahun, itu adanya waning immunity. Semua antibodi yang telah dilakukan pada anak itu akan menurun, sehingga itulah perlunya ada vaksinasi pada orang dewasa karena sisi imun itu terbatas,” kata Iris dalam webinar Medicine UI, Rabu (1/4).
Paparan campak pada orang dewasa juga bisa berbahaya bahkan berisiko tinggi. Risiko komplikasi pada orang dewasa misalnya encephalitis, nem bisitopenia, radang otak, gangguan sisi imun jangka panjang pada individu rentan, maupun pneumonia, karena komplikasi pneumonia yang paling sering dan paling berbahaya, bahkan dapat menimbulkan kematian.
Diketahui vaksin campak terdiri dari 2 jenis yakni Vaksin MR (Measles and Rubella) dan vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) untuk orang dewasa. Vaksin MMR memiliki karakteristik vaksin hidup yang dilemahkan, dengan kontraindikasi pada kehamilan tidak kita bisa berikan, dan immunodeficiency yang berat juga kita tidak bisa berikan. Vaksin MMR diberikan dua kali pada orang dewasa dengan jarak waktu 28 hari.
“Vaksin hidup tidak boleh kurang dari 28 hari, karena akan mengganggu pemberian daripada vaksin yang pertama. Dengan perlindungan optimal, kelompok risiko tinggi umumnya dianjurkan menurut saya 2 kali dengan interval paling minimal 28 hari, tidak boleh kurang dari 28 hari,” ujar dia.
Iris juga menjelaskan bahwa kelompok dewasa yang tergolong dalam prioritas tinggi mendapatkan vaksin campak adalah wanita usia subur, sebaiknya dilengkapi sebelum merencanakan kehamilan karena vaksin campak yang ada saat ini yaitu vaksin MMR adalah vaksin hidup atau yang dilemahkan. Sehingga tidak boleh diberikan pada ibu hamil. “Jadi kalau dia merasa dia belum lengkap waktu kecil, atau tidak jelas pengalaman daripada vaksinasinya, itu sebaiknya dilakukan sebelum hamil, sudah direncanakan,” ucap Iris.
Kelompok dewasa lainnya yang perlu menjadi prioritas tinggi yakni tenaga kesehatan sebaiknya dilakukan vaksinasi paling tidak satu kali kita lakukan penyuntikan. Selanjutnya masyarakat yang tinggal di asrama, lingkungan, padat juga, karena penularan sangat cepat yang hanya melalui droplet infection.
CAMPAK PADA KEHAMILAN
Campak pada kehamilan berkaitan dengan peningkatan risiko keguguran, kelahiran prematur, dan komplikasi maternal. Sehingga dianjurkan melakukan vaksinasi setidaknya 1 bulan sebelum merencanakan kehamilan.
“Karena antibody umumnya terbentuk 14 hari setelah vaksinasi. Apabila belum imun, vaksinasi dapat dipertimbangkan dari pospartum sesuai penilaian klinis. Jadi persiapan hamil adalah 1 bulan. paling minimal, kalau bisa 2-3 bulan sebelumnya itu akan lebih baik,” tegasnya.
Adapun pemberian vaksin campak pada orang dewasa umumnya disuntikan secara subkutan di lengan atas. Setelah itu, subkutasi 15-30 menit, pasca indusasi untuk memantau jika ada reaksi cepat seperti anafilaksis.
Vaksin campak tidak boleh diberikan saat kehamilan, imunodefisiensi berat, atau pun orang yang memiliki alergi berat. Sementara itu KIPI (Kejadian Ikutan Paska Imunisasi) dari vaksin campak berupa demam ringan, atau ruang kecil, biasanya 7-12 hari setelah vaksin. Kemudian efek yang langka, reaksi alergi berat dan anafilaksis sangat jarang.
Dengan dilakukannya vaksin campak maka bisa membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok. Dibutuhkan 90% target cakupan imunisasi untuk membantu menghentikan transmisi campak.
“Semakin sedikit orang rentan, semakin sulit virus menyebar di komunitas. Jadi cakupan imunisasinya sangat penting, kalau penyakit yang sangat menular, herd immunity-nya diharapkan lebih dari 95% sehingga bisa terjadi herd immunity atau imunitas kelompok,” tegasnya.
Di kesempatan yang sama, Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, Erni Juwita Nelwan, menjelaskan penyebab seseorang bisa tertular campak meski sudah melakukan vaksin karena pemberian vaksin sebelumnya tidak berhasil. Faktor penyebabnya mungkin quotient vaksin, atau cara pemberiannya. Walaupun vaksin dengan efikasi yang sangat baik, dan sangat aman, tetapi bisa juga terjadi kegagalan vaksinasi, sehingga tidak terbentuk proteksi.
“Makanya orang yang merasa sudah divaksin, tapi ternyata masih bisa sakit atau yang dikenal sebagai waning immunity, jadi vaksinnya memang bekerja, tetapi efek proteksinya itu habis, dan biasanya terjadi sekitar, dikatakan dikebolehsakan sekitar 6 tahun setelah vaksinasi, makanya butuh untuk dilakukan booster,” jelasnya.
Gejala yang ditimbulkan pun sama dengan kasus campak lainnya, tetapi biasanya, akibat waning immunity biasanya lebih ringan dibandingkan dengan orang yang tidak divaksin sama sekali, dan resiko transmisinya juga akan lebih rendah. “Orang-orang yang sudah pernah divaksin, tapi efek proteksinya itu turun, tentu tidak 100% seperti tanpa proteksi, tapi dia jalannya bisa tidak berat,” ucapnya. (H-1)
asus campak kembali menjadi perhatian setelah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengingatkan bahwa bayi berusia di bawah 9 bulan sangat berisiko terinfeksi.
Sistem imun yang kokoh merupakan ujung tombak melawan infeksi. Setiap saat, beragam mikroba berpeluang menginvasi.
Campak pada orang dewasa bisa menyebabkan komplikasi serius. Kenali gejala, masa inkubasi, cara penanganan, dan pentingnya vaksinasi booster MR/MMR.
Campak bukan hanya penyakit anak-anak. Orang dewasa juga berisiko terkena campak dengan komplikasi yang lebih serius seperti pneumonia dan ensefalitis.
KETUA Majelis Kehormatan PDPI Tjandra Yoga Aditama menyampaikan duka atas meninggalnya dokter muda akibat campak di Cipanas,Cianjur. Campak berisiko menyebabkan fatal
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved