Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Pesantren Indonesia (IPI) terus memantapkan konsolidasi dalam berkomitmen meneguhkan tradisi pesantren dan mewujudkan santri wirausaha digital (digital santripreneur perekonomian pesantren).
"Dalam program santripreneur, kami melengkapi para santri dengan pengetahuan melalui pelatihan dan sarana untuk bisa memperoleh penghasilan dari usaha digital," kata Ketua DPW IPI Jawa Barat KH Aiz Muhajirin di sela rapat koordinasi DPP IPI dan DPW IPI Jabar, Sabtu (14/1).
Hadir pula dalam pertemuan Ketua Umum DPP IPI KH Zaini Ahmad. Kegiatan ini merupakan misi IPI untuk menyejahterakan santri dan meningkatkan kualitas pesantrennya dalam kegiatan ekonomi.
Zaini Ahmad yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhlas Pasuruan Jawa Timur itu menyebutkan, untuk tahap awal akan diperkenalkan jenis usaha digital dengan menggunakan aplikasi yang dapat melakukan transaksi kebutuhan dasar masyarakat saat ini seperti pembelian pulsa, pembelian token listrik, agen penyedia layanan perbankan syariah, pembayaran kredit dan angsuran, dan pembelian tiket berbagai moda transportasi umum.
"Semua program sudah dilengkapi dengan sistem pembayaran," katanya. Zaini Ahmad menyebutkan sudah ada 'biller pipeline' dalam program itu yakni beberapa perusahaan ritel, perusahaan daerah air minum, perusahaan multifinance, TV prabayar, tujuh perusahaan travel perjalanan asuransi.
Selain itu, tujuh perusahaan asuransi, empat institusi donasi, Kantor Samsat, Kantor Pajak Bumi dan Bangunan, PLN, lima perusahaan penerbangan, sekolah dan kampus untuk pembayaran uang sekolah/kuliah, rumah sakit, BPJS, perusahaan operator telekomunikasi, dan penyedia jasa internet.
Sebagai langkah awal, katanya, program santripreneur ekonomi pesantren DPP akan bertandang ke DPW-DPW di berbagai provinsi yang menjadi proyek percontohan untuk sosialisasi. "Saya mendatangi DPW , DPC, dan satu per satu dari beberapa pondok pesantren tersebut untuk menyampaikan program ini," katanya.
Zaini Ahmad menambahkan, di Indonesia terdapat 28.600 pondok pesantren dan jumlah sebanyak itu merupakan aset besar bangsa ini dalam membina para santri memiliki kemampuan berwirausaha. Menurutnya, Program Santripreneur Indonesia mulai disosialisasikan pada Munas I IPI di Surabaya 27-29 Februari 2016 lalu. (RO/OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved