Risiko Demensia dan Lalu Lintas Padat

(Ant/H-2)
06/1/2017 03:40
Risiko Demensia dan Lalu Lintas Padat
(thinkstock)

ORANG-ORANG yang tinggal dekat jalan raya dengan lalu lintas padat menghadapi risiko lebih tinggi terkena demensia jika dibandingkan dengan yang tinggal lebih jauh. Demikian menurut para peneliti di Kanada. Demensia merupakan suatu gejala yang disebabkan kelainan pada otak yang ditandai dengan terganggunya mental seseorang. Gangguan itu menyebabkan gangguan berpikir dan hilang ingatan, serta menyebabkan perubahan sifat dan perilaku seseorang.

Sebuah penelitian yang diterbitkan jurnal kesehatan The Lancet menemukan bahwa orang yang tinggal 50 meter dari jalan berlalu lintas tinggi memiliki peluang 7,0% lebih tinggi terkena demensia ketimbang mereka yang tinggal di lebih dari 300 meter dari jalan.

“Polusi udara dapat masuk ke aliran darah dan menyebabkan peradangan, yang terkait dengan penyakit jantung dan kondisi lain seperti diabetes. Penelitian ini menunjukkan polusi udara yang masuk ke otak melalui aliran darah dapat menyebabkan masalah neurologis,” kata Ray Copes, seorang pakar lingkungan dan ahli kesehatan di Kesehatan Masyarakat Ontario (PHO) yang melakukan penelitian dengan rekan-rekannya dari Institute for Clinical Evaluative Sciences, Kanada.
Demensia disebabkan penyakit otak, yang paling umum penyakit alzheimer, yang mengakibatkan hilangnya sel-sel otak dan meme-ngaruhi kemampuan ingatan, berpikir, perilaku, navigasi dan spasial, serta kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan jumlah penderita demensia pada 2015 berkisar 47,5 juta orang. Jumlah tersebut bertambah pesat seiring meningkatnya harapan hidup dan usia masyarakat tua. Akibatnya demensia mulai menyaingi penyakit jantung sebagai penyebab kematian di beberapa negara maju. Peningkatan risiko demensia turun menjadi 4,0% jika orang hidup 50-100 meter dari lalu lintas utama, dan menjadi 2,0% jika mereka tinggal berjarak 101-200 meter. Adapun jika tinggal lebih dari 200 meter, peningkatan risiko memudar. Tim juga mengungkap hubungan antara hidup dekat dengan jalan utama dan penyakit parkinson serta multiple sclerosis, dua gangguan neurologis besar lainnya. (Ant/H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya