Guna mendorong memenuhi kebutuhan dosen di tanah air Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) mendorong praktisi untuk menjadi dosen khusus. Langkah tersebut diharapkan mengurangi penutupan program studi (prodi) pada Perguruan Tinggi Negeri ( PTN )dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). "Fakta menunjukkan beberapa program studi memang kekurangan dosen. Jika nisbah atau rasio antara dosen dengan jumlah mahasiswa tidak terpenuhi, maka penutupan prodi tentu tak terhindarkan," ungkap Dirjen Sumber Daya Iptek Kemenristek Dikti ,Prof Ali Ghufron Mukti ,pada Malam Apresiasi Diktendik Kemenristek Dikti, Kamis malam (29/10).
Mantan Wakil Menteri Kesehatan itu menambahkan para dosen dari kalangan profesi tersebut dapat menjalankan fungsinya setelah terbitnya Permenristek dikti nomor 26/2015. Selanjutnya, para dosen profesional ini diberikan nomor induk nasional dosen khusus. Menyinggung kegiatan apresiasi pendidik dan tenaga kependidikan 2015, Ali menyatakan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk apresiasi pemerintah. Ia menambahkan ada enam kategori yang disandingkan dalam pemilihan pendidik dan tenaga kependidikan. Yaitu, dosen, kepala program studi, laboran, pustakawan, tenaga pengelola keuangan dan tenaga administrasi berprestasi.
Ghufron menyebut total jumlah setiap kategori dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) nominasinya berjumlah 293 pendidik dan tenaga kependidikan. Ratusan pendidik dan tenaga kependidikan itu, diajukan perguruan tinggi dan Kopertis di seluruh Indonesia. dijelaskan Ghufron, masing-masing kategori dipilih berdasarkan aneka pertimbangan, terutama dalam rekam jejak prestasi. Dicontohkan, untuk kategori dosen berprestasi dinilai tentang kualitas riset dan publikasi karya ilmiahnya, sekaligus hibah-hibah yang dimenangkan dalam skala nasional dan internasional.
Sedangkan untuk tenaga pendidik, prestasi yang diukur adalah karya kreatif dan ide-ide inovasinya dalam kaitan mereka mengerjakan karier di lingkungan pendidikan tinggi. Direktur Karier dan Kompetensi SDM Ditjen Sumber Daya Iptekdikti Kemristekdikti, Bunyamin Maftuh, menambahkan jumlah peserta yang mengikuti ajang ini meningkat 17,20 persen dibanding tahun lalu.
Di Indonesia ada 132 PTN dan lebih dari 3000 PTS. Dimana, total ada 216.784 dosen tetap yang diseleksi menjadi 90 dosen, masing-masing 15 orang per kategorinya. Dari kategori itu, ada 3 pemenang yang terpilih. "Hadiah bagi juara satu Rp30 juta, juara dua Rp25 juta, dan juara tiga Rp20 juta," jelas Bunyamin. Selain dilakukan penjurian oleh para juri, masyarakat juga dapat memberikan dukungan melalui media sosial seperti Facebook ataupun Twitter untuk finalis terfavorit.
Adapun pemenang dari ajang tersebut, di antaranya adalah: 1. Dosen Berprestasi, Juara 1: Budiwiweko, Universitas Indonesia, Juara 2: Deendarlianto, Universitas Gadjah Mada Juara 3: Andri Dian Nugraha, Institut Teknologi Bandung, 2. Kepala Program Studi Berprestasi, Juara 1: I Wayan Nurjaya, Institut Pertanian Bogor, Juara 2: Bambang Pramujati, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Juara 3: Indradi Wijatmiko, Universitas Brawijaya, 3. Pengelola Keuangan Berprestasi, Juara 1: Riz Firmansyah, Universitas Negeri Surabaya, Juara 2: Fachrul Rozi, Universitas Negeri Padang, Juara 3: Yusuf Mulus Riptianto, Universitas Surabaya, 4. Laboran Berprestasi, Juara 1: Tri Kurniawati, niversitas Indonesia, Juara 2: Sofyan, Institut Pertanian Bogor, Juara 3: Tri Yuliati, Universitas Gadjah Mada, 5. Pustakawan Berprestasi, Juara 1: Chandra Pratama Setyawan, niversitas Kristen Petra, Juara 2: Aprilia Mardiastuti, Universitas Gadjah Mada, Juara 3: Hetty Gultom, Universitas Sumatera Utara dari Yahoo Mail pada Android.