Pemuda Dituntut Ikut Peduli Bencana Asap

Nelly Marlianti
29/10/2015 00:00
Pemuda Dituntut Ikut Peduli Bencana Asap
(AFP/Bay Ismoyo)
PERINGATAN Hari Sumpah Pemuda ke-87 harus jadi momentum bagi pemuda Indonesia untuk peduli terhadap alam terutama menghadapi bencana asap yang sampai saat ini masih berlangsung di beberapa daerah.

"Salah satu ikrar penting Sumpah Pemuda 1928 ialah satu tanah air, tanah air Indonesia. Poin ini harus jadi momentum pemuda untuk peduli Tanah Air termasuk menjaga keseimbangan lingkungan," kata Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi saat memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda, di Tanjung Pinang, Kepri, kemarin.

Ia menyatakan sebagai negara tropis, Indonesia menjadi tumpuan dunia untuk menjaga keseimbangan iklim melalui pasokan oksigennya. Sayangnya, yang terjadi saat ini justru Indonesia jadi negara penyumbang polusi terbesar di Asia Tenggara melalui asap.

Karena itu, Imam mengajak pemuda untuk peduli pada alam agar bencana alam khususnya bencana asap tak lagi terulang. Bahkan, ia mengajak pemuda se-Indonesia untuk terlibat menanggulangi bencana asap di beberapa daerah.

Masih terkait Hari Sumpah Pemuda yang diperingati tiap 28 Oktober, Badan Rescue Partai NasDem kemarin memberangkatkan 1.600 relawan medis yang terdiri dari anak-anak muda ke empat provinsi yang terkena bencana asap, yaitu Riau, Jambi, Sumatra Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Tim relawan dibagi 8 kloter pemberangkatan mulai 28 Oktober sampai 23 Desember 2015. Setiap kloter terdiri dari 200 relawan medis, di antaranya dokter, bidan, perawat, dan paramedis.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengatakan para relawan itu diamanatkan untuk membantu korban bencana asap yang sedang menimpa sejumlah daerah. "Mereka semua mengemban misi besar, misi kemanusiaan untuk membantu saudara-saudara kita sebangsa setanah air yang terkena bencana asap," paparnya saat melepas relawan medis di Jakarta.

Ia menekankan NasDem sebagai partai politik punya kewajiban moral membantu seluruh masyarakat. Karena itulah NasDem hadir untuk ikut meringankan beban para korban bencana asap.

Surya Paloh pun berharap seluruh relawan yang bertugas bisa bekerja secara profesional dengan hati dan penuh keihklasan.

Ketua Badan Rescue Partai NasDem Ade Azwar menambahkan setiap tim relawan akan dibekali perlengkapan medis seperti obat-obatan dan vitamin. Jumlahnya cukup untuk melayani hingga 1.000 pasien per hari. "Tujuan kami ialah membuat Gerakan Melawan Asap (Gemas). Namun, bukan asapnya yang kita lawan, melainkan kita bantu mereka yang terkena bencana," ujarnya.

Kalender akademik

Dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat membuka Festival Budaya Melanesia 2015, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menyampaikan pihaknya segera mengubah kalender akademik di Kalimantan Tengah karena sekolah di daerah itu sudah libur 36 hari akibat bencana asap.

"Skenario kami kalau libur sekolah di atas 29 hari, kalender akademik harus bergeser. Sekolah-sekolah di Kalimantan Tengah ini sudah libur 36 hari," kata Anies.

Mendikbud menambahkan pergeseran kalender akademik itu secara otomatis akan menggeser jadwal ujian nasional. "Skenario ini akan diberlakukan di provinsi lain yang terkena bencana asap," tutupnya. (Yan/Mut/RF/PO/H-2)

nelly@mediaindonesia.com



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya