HORMONtriiodothyronine (T3) dan tiroksin (T4) sangat dibutuhkan manusia untuk menunjang metabolisme tubuh. Namun, bila berlebihan, hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid itu dapat menjadi pemicu berbagai kerusakan dan penyakit pada tubuh.
Kondisi yang dikenal sebagai penyakit hipertiroid itu umumnya disebabkan faktor genetik, stres, serta terlalu banyak konsumsi makanan beryodium. Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit hipertiroid umumnya berupa infeksi, munculnya benjolan pada leher, menonjolnya bola mata, serta menurunnya berat badan secara drastis.
Gejala tersebut dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Selain itu, dalam jangka panjang, hipertiroid juga dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung.
"Pasien umumnya akan meningkat drastis nafsu makannya, tetapi berat badan justru menurun," ujar dokter spesialis penyakit dalam Johanes Purwoto saat mengisi simposium The 3rd Endocrine Update: Management of Thyroid and Metabolic Disorders di Rumah Sakit Gading Pluit, Jakarta, Sabtu (17/10).
Johanes menjelaskan hormon T3 dan T4 berfungsi untuk memacu metabolisme tubuh. Namun, pada penderita hipertiroid, kedua hormon tersebut diproduksi tubuh secara berlebihan dan mengakibatkan metabolisme terjadi dengan sangat cepat. Hal tersebut akan menyebabkan seluruh organ tubuh berfungsi secara berlebihan.
"Awalnya, mereka akan terlihat lebih aktif, tetapi lama-kelamaan tubuh akan kewalahan dan akibatnya mudah terserang berbagai penyakit. Tidak hanya fisik, hipertiroid juga bisa menyebabkan gangguan secara emosional," terangnya.
Autoimun Menurut Johanes, pada penderita hipertiroid, tubuh mengalami gangguan sistem imunitas (autoimun). Gangguan itu memicu kelenjar tiroid yang terletak di pangkal leher untuk memproduksi hormon T4 dan T3 secara berlebihan. Akibatnya, terjadi 'banjir' kedua hormon tersebut di dalam darah.
"Ini adalah penyakit autoimun. Antibodi yang seharusnya berfungsi melindungi tubuh berbalik menyerang kelenjar tiroid. Ini yang menyebabkan penyakit hipertiroid menjadi lebih rumit," tambah Johanes. Menurutnya, ada tiga upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hipertiroid. Pertama ialah dengan konsumsi obat. Kedua dengan operasi, dan terakhir dengan pemberian zat radioaktif pada tubuh untuk menghambat produksi hormon pada kelenjar tiroid.
Johanes menambahkan, hipertiroid merupakan jenis penyakit genetik yang dapat diturunkan anggota keluarga. Selain itu, hipertiroid juga lebih rentan terjadi pada perempuan dan kaum lanjut usia.
Tidak ada yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya hipertiroid secara efektif, terutama pada seseorang dengan riwayat keluarga pengidap penyakit tersebut.
"Kesadaran akan kondisi tubuh serta pengecekan riwayat keluarga secara mendetail adalah hal penting yang harus dilakukan. Selain itu, sangat penting untuk menjalani pola hidup sehat dan menghindari stres.(Pro/H-3)