Guru Jangan Peduli Isu Boikot

Puput Mutiara
28/10/2015 00:00
Guru Jangan Peduli Isu Boikot
( FOTO ANTARA/Herka Yanis Pangaribowo)
SEKRETARIS Jenderal Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Iwan Hermawan mengimbau para guru tidak mudah terpengaruh isu-isu yang beredar di media sosial untuk memboikot pelaksanaan uji kompetensi guru (UKG). "Seluruh guru harus siap mengikuti UKG pada November. Jangan terpengaruh oleh isu-isu yang tidak benar," ujar Iwan kepada Media Indonesia, Selasa (27/10) malam. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditjen GTK Kemendikbud) akan menggelar UKG secara nasional pada 9-27 November 2015.

Hingga kemarin, sudah 2,5 juta guru yang lolos proses validasi dan verifikasi untuk mengikuti UKG itu. Iwan mengatakan berdasarkan pertemuan FGII dan Ditjen GTK Kemendikbud, ditegaskan bahwa UKG bukan sebagai dasar untuk mengurangi tunjangan profesi guru. UKG hanya digunakan sebagai pemetaan dan refleksi peningkatan kompetensi guru. Lebih lanjut ia menjelaskan, jika ada guru yang tidak mencapai batas nilai kelulusan 5,5 pada poin atau modul tertentu, yang bersangkutan akan diikutsertakan pada diklat untuk bagian-bagian tersebut. Biaya diklat ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.

Sekretaris Umum Serikat Guru Jakarta Slamet Maryanto merespons positif adanya pembinaan terhadap guru melalui berbagai pelatihan tersebut, sebab selama ini guru hanyalah diuji, tetapi tidak pernah ada tindakan mengawasi guru dari hasil UKG yang berjalan. "Padahal, guru perlu memperoleh pengembangan profesional melalui pelatihan dan pengayaan," ucapnya. Namun, yang tak kalah penting, sambungnya, pemerintah tetaplah harus memperhatikan bagaimana memberikan kesejahteraan kepada para guru. "Jangan sampai UKG justru merugikan guru dari sisi kesejahteraan mereka," pungkas Slamet.

Tidak perlu takut
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menambahkan, hasil UKG nantinya digunakan untuk mendorong pelatihan guru agar sesuai dengan kompetensi yang dinilai masih minim. "Guru tidak perlu takut, wong sudah kompeten. Kalau sudah menjalankan pekerjaannya dengan baik, enggak perlu takut untuk uji kompetensi," cetus dia.
Menurutnya, guru ialah orang yang mempersiapkan masa depan anak bangsa.

Dengan demikian, sebagai seorang pendidik, guru harus mampu membuktikan diri siap membangun Indonesia. Saat dihubungi secara terpisah, Direktur Jenderal GTK Kemendikbud Sumarna Surapranata mengklaim saat ini seluruh guru sudah siap untuk mengikuti UKG. Ia pun memastikan tidak ada rencana pemboikotan seperti yang santer dikabarkan di media-media sosial. "Saya bahkan baru bertemu dengan Dinas Pendidikan Surakarta. Guru-guru mereka sudah siap mengikuti uji kompetensi. Begitu pun di daerah-daerah lain juga sudah menyatakan siap. Jadi, masalah boikot itu sebatas isu," pungkas Sumarna.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya