DUA
pemimpin pemerintahan, Raja Husain dari Yordania bersama dengan Perdana
Menteri Israel Yitzhak Rabin, menandatangani sebuah perjanjian yang
mereka istilahkan sebagai perdamaian dan prosesnya sudah dimulai sejak
digelarnya Konferensi Madrid pada 1991. Perjanjian itu ditandatangani
dalam proses perdamaian antara Arab dan Israel yang didukung Amerika
Serikat.
Berdasarkan perjanjian damai tersebut, Israel bersedia
mundur dari sebagian wilayah Yordania dan Yordania membatalkan embargo
ekonominya terhadap Israel. Dengan ditandatanganinya perjanjian itu,
Amerika Serikat berjanji membebaskan Yordania dari utang-utangnya kepada
Amerika Serikat serta akan memberi bantuan keuangan kepada Yordania.
Namun,
janji Amerika itu sama sekali tidak ditepati sehingga akibatnya Raja
Husain yang sejak lama melakukan kontak rahasia dengan Israel dan
berusaha mencari keuntungan ekonomi melalui perdamaian antara kedua
negara, tidak berhasil mencapai keinginannya tersebut. Sebaliknya, sang
raja malah menuai kemarahan dari rakyatnya serta dari negara-negara Arab
lainnya di kawasan itu.