MEMPERINGATI Hari Cuci Tangan Sedunia (Global Handwashing Day) 2015, PT Unilever Indonesia Tbk melalui brand Lifebuoy menggelar aksi cuci tangan pakai sabun (CTPS) di 16 provinsi di seluruh Indonesia.
Kegiatan itu merupakan program edukasi berkelanjutan tentang pentingnya melaksanakan perilaku hidup sehat.
Salah satunya untuk mencegah penyakit yang dipicu kurang bersihnya tangan seperti diare dan infeksi saluran pernapasan.
Data organisasi kesejahteraan anak dunia (UNICEF) 2013 mencatat ada 29 ribu kasus per tahun akibat diare dan infeksi saluran pernapasan di Indonesia.
Data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan di tahun yang sama juga menyebutkan setidaknya 10,2% balita di Indonesia terjangkit diare.
"Kami berupaya untuk mengajak masyarakat agar berperilaku rajin mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir. Cara itu terbukti efektif mencegah anak-anak terserang penyakit diare," kata Head of Marketing Skin Cleansing and Body Care PT Unilever Indonesia Tbk Eva Arisuci Rudjito melalui siaran pers kemarin.
Guna mencapai angka keberhasilan sesuai yang diharapkan, sejak 2011 lalu pihaknya juga membuat Gerakan 21 Hari Lifebuoy (G21).
Hingga tahun ini, program tersebut sudah berhasil mencapai 70 juta tangan Indonesia sehat.
G21 diharapkan bisa menanamkan kebiasaan cuci tangan sehari-hari, terutama kepada anak-anak.
Di Jawa Barat, Lifebuoy telah mengedukasikan hal itu ke 420.060 siswa di 1.311 sekolah dan 985 kader PKK.
"Untuk pemerataan edukasi telah kami lakukan di 50 rumah sakit, 15.430 sekolah, dan organisasi PKK di 34 provinsi di seluruh Indonesia," ungkapnya.
General Manager Yayasan Unilever Indonesia Sinta Kaniawati menuturkan edukasi Lifebuoy dalam mengampanyekan CTPS di Sulawesi Selatan telah menjangkau 80.568 siswa di 252 sekolah dan 9.500 kader PKK.