"SAYA bermimpi Indonesia terbebas dari korupsi. Koruptor tidak mendapat remisi dan harta kekayaannya disita negara. Mereka harus dibuat kapok dan tidak bisa lagi tersenyum-senyum di televisi," ujar Nindi dan Ahmad lantang diikuti teman-teman mereka.
Mereka membaca tulisan di kertas keras-keras. Ada belasan anak SD hingga SMA juga mahasiswa yang tampil ikut menyuarakan hal yang sama di panggung yang dibangun di Pantai Tanjung Tinggi, 30 kilometer dari Tanjung Pandan, pusat kota Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung (Babel), Selasa (13/10) malam.
Ada tujuh pernyataan yang disebut Ketua Panitia Nasional Ekspedisi Kapsul Waktu, Jay Wijayanto, sebagai mimpi dan harapan masyarakat Bangka Belitung sebagai yang terbaik.
Malam itu, kapsul waktu yang berwujud benda serupa drum kecil dengan lapisan baja di luarnya mendarat di Pantai Tanjung Tinggi. Sejak diluncurkan pertama kali di Sabang pada 22 September oleh Presiden Joko Widodo, aneka mimpi dan harapan penduduk Indonesia disimpan. Sebelum tiba di Tanjung Tinggi, kapsul itu pun menjadi bintang pada acara serupa di Bengkulu yang dihelat 11 Oktober.
Berbagai keinginan, termasuk harapan, dibacakan di Tanjung Tinggi, antara lain Indonesia menjadi juara sepak bola dunia dan anak-anak Babel menjadi anggota timnya. Keinginan dalam bentuk tertulis itu akan disimpan dan baru akan dibuka pada 70 tahun mendatang, yaitu 2085.
Pada 19 Desember, kapsul itu akan tiba di Merauke, dibuatkan monumen sebagai pengingat kondisi bangsa saat ini pada generasi mendatang. Maladewa Indonesia Menteri Pariwisata Arief Yahya yang hadir dalam acara itu juga berkisah tentang kabupaten yang punya 100 pulau dan baru lima yang telah berpenghuni itu.
"Saya bermimpi Belitung bisa menjadi Maladewa-nya Indonesia. Saya kira keindahan pulau, pantai, karang, makanan, kultur, dan keterbukaan masyarakatnya menerima pariwisata tidak kalah," kata Arief.
Mimpi yang disebut Arief juga mimpi masyarakat Belitung. Karena itu, target pun diterapkan. Pada 2019, jelas Arief, landas pacu Bandara Hanandjoeddin akan selesai diperpanjang hingga 2.800 meter sehingga Belitung akan punya bandara internasional.
Maladewa, kata Arief, cuma berpenduduk 300 ribu orang, tetapi bermodal panorama pantai, citra wisata berkelas dan fasilitas premium, satu juta turis setiap tahunnya berdatangan ke sana. Pendapatan senilai Rp30 triliun pun diraih.
"Jika 2019 nanti, satu juta wisatawan datang, dengan spending (menghabiskan pengeluaran) US$2.000, itu nilai yang memang biasa mereka keluarkan, potensi pendapatan US$2 miliar bisa diraih," ujar Arief.
Dengan begitu, mungkin saja sejumlah mimpi lain bisa terealisasi, tidak perlu menunggu kapsul terbuka 70 tahun lagi.(H-1)