JEAN-Paul
Sartre menolak Hadiah Nobel Bidang Kesusastraan yang dianugerahkan
kepadanya. Ia berargumen seorang penulis tidak boleh mengizinkan dirinya
bertransformasi ke dalam sebuah lembaga.
Ketertarikan Sartre
pada filsafat dimulai ketika membaca Essay on the Immediate Data
of Consciousness karya Henri Bergson. Sartre menempuh pendidikan di
Ecole Normale Superieure yang merupakan almamater sejumlah pemikir dan
intelektual Prancis.
Dalam karyanya, Sartre mengedepankan
filsafat eksistensialisme, yakni setiap individu harus menciptakan makna
bagi hidupnya karena kehidupan dirinya tidak memiliki makna secara
lahiriah.
Pada 1938, novel pertamanya yang berjudul Nausea
dipublikasikan. Setahun kemudian, ia memublikasikan salah satu karya
terbaiknya, Being and Nothingness.