Nia Dinata Ingin Bantu Penduduk Pedalaman

Puput Mutiara
22/10/2015 00:00
Nia Dinata Ingin Bantu Penduduk Pedalaman
(Dok. C&R)
SUTRADARA Nurkurniati Aisyah Dewi atau yang dikenal dengan Nia Iskandar Dinata, 45, memiliki keinginan besar membantu masyarakat pedalaman agar dapat mengakses kebutuhan mereka akan air bersih. Keprihatinan itu bermula saat dirinya membuat sebuah film dokumenter berjudul Tanah Mama di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua. Di sana, Nia melihat penduduk setempat kesulitan memperoleh air bersih. Salah satu alasannya ialah karena sumber mata air jauh dari perdesaan.

"Saya tergerak untuk tidak meninggalkannya begitu saja setelah film selesai. Ingin sekali membantu mereka," ujarnya saat ditemui Media Indonesia di Jakarta, akhir pekan lalu. Cucu dari pahlawan bangsa Otto Iskandar Dinata itu pun kemudian mengajak pihak-pihak lain yang mempunyai kepedulian akan kebutuhan air bersih untuk ikut serta menolong mereka. Tidak hanya itu, Nia sekaligus membuatkan sebuah film dokumenter untuk setiap aksi sosialnya tersebut.

Harapannya hal itu bisa menginspirasi banyak orang agar senantiasa peduli sesama. "Awalnya enggak sengaja karena kebiasaan ke mana-mana selalu bawa kamera, kalau ada yang bisa diambil gambarnya. Namun, pas editing bagus juga dibuat untuk social change," kata dia. Dirinya kemudian digandeng oleh sebuah perusahaan karena keinginannya berkontribusi dan peduli pada sesama. Dia berangkat ke Desa Bitobe, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan dengan talentanya sebagai sutradara kemudian mendokumentasikan kehidupan keseharian penduduk.

Sebelumnya, penduduk di desa terpencil itu terpaksa memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan keseharian, termasuk minum, buang air, dan mencuci. Sama seperti di Yahukimo, mereka juga mengalami kekurangan air bersih dan keterbatasan akses fasilitas sanitasi. Keterbatasan itu akhirnya memicu terjadinya diare dan infeksi saluran pernapasan pada anak di bawah usia lima yang tak jarang berakhir dengan kematian.

Namun, Nia kemudian berkisah, di sana kehidupan penduduk setempat telah berubah, mereka menjalani perilaku hidup bersih dan sehat semenjak mendapatkan infrastruktur sarana air bersih. Film dokumenter itu kemudian diberi judul Bitobe yang menurutnya terinspirasi dari inisiasi Lifebuoy yang memfasilitasi sarana air bersih dan sanitasi di Bitobe. Program itu juga berkampanye menanamkan kebiasaan cuci tangan pakai sabun kepada masyarakat.

Lulusan Sekolah Film Program NYU Tisch School of Art, Amerika Serikat itu juga sangat berterima kasih telah diberi kesempatan untuk ambil bagian dalam kampanye itu. "Terima kasih karena telah memberi saya kesempatan untuk ambil bagian mewujudkan 70 juta tangan Indonesia sehat," kata Nia.

Diputar di Belanda
Berkat kepiawaiannya, karya sutradara perempuan itu pada awal bulan lalu berkesempatan diputar di Filmhuis, Den Haag, Belanda, selama tiga hari, dalam tajuk Retrospective Nia Dinata's Films. Film yang dipertontonkan pada khalayak ramai itu berjudul Kebaya Pengantin, Perempuan Punya Cerita, dan Cerita Cibinong. Acara itu dihadiri oleh kalangan industri film, media, Kementerian Luar Negeri Belanda, masyarakat umum Belanda, mahasiswa, dan warga Indonesia yang berada di sana.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya