Dobrak Stigma Komunis pada Mahasiswa

Retno Hemawati
21/10/2015 00:00
Dobrak Stigma Komunis pada Mahasiswa
(MI/Permana)
SUTRADARA, aktivis, desainer produk, sekaligus wirausahawan, Angga Dwimas Sasongko, 30, telah usai menyutradarai film Surat dari Praha. Film terbaru yang diproduksi oleh Visinema Pictures itu bergenre romantis berbalut sejarah Indonesia di masa 1965. Surat dari Praha akan dibintangi oleh Tio Pakusadewo yang berperan sebagai Jaya yang berkuliah di Praha. Ia meninggalkan tunangannya, Sulastri, yang diperankan oleh aktris senior Widyawati. Mereka kesulitan untuk berkomunikasi karena adanya masalah dan bertahun-tahun kemudian dijembatani oleh Laras yang diperankan oleh Julie Estelle.

Jaya ialah salah seorang mahasiswa penerima beasiswa dari pemerintah yang dikirim bersama dengan mahasiswa lain ke negara-negara Blok Timur, salah satunya ialah Cekoslovakia. "Soekarno pada masa pemerintahannya mengirimkan mahasiswa-mahasiswa dengan ikatan dinas ke negara-negara di Blok Timur dan salah satunya ke Cekoslovakia," jelas dia di kantor Media Indonesia, Kedoya, Jakarta Barat, Kamis (15/10). Jaya dalam kisah film itu menjadi salah seorang yang menolak menandatangani surat persetujuan dukungan pada pemerintahan Orde Baru. "Mereka tidak menandatangani karena mereka sudah mendengar tentang gerakan yang terjadi di Indonesia. Alasan kedua, karena mereka pendukung Soekarno. Mereka nasionalis, bukan komunis.

Jika seandainya 'kiri' pun, paling mereka sosialis," tutur Angga. Akibatnya, para mahasiswa tersebut kehilangan kewarganegaraan mereka dan menjadi masyarakat tanpa kewarganegaraan atau stateless. Kemudian, hidup mereka dilindungi oleh Palang Merah. "Tokoh dalam cerita film ini fiksi, tapi inspirasinya kita ambil dari banyak cerita dan kehidupan berbagai narasumber yang kita temui yang merupakan korban pencabutan kewarganegaraan," ujar Angga.

Film yang akan tayang pada Januari 2016 itu diakuinya berisi kisah romantis dan sejarah. "Ada juga flashback kisah masa lalu, tapi semuanya diceritakan menurut keadaan sekarang," kata dia. Kisah romantis yang diceritakan oleh Angga ialah cerita romansa antara Jaya dan Sulastri. Sementara itu, Laras, anak Sulastri, ialah pengantar pesan ibunya untuk Jaya yang berprofesi menjadi pembersih kantor di Praha. "Pertemuan antara Jaya yang diperankan Tio Pakusadewo dan Laras yang diperankan Julie Estelle menggambarkan pertemuan dua orang berbeda generasi dengan gap sejarah," tambahnya.

Riset
Angga dan tim dari Visinema Pictures banyak melakukan riset dengan orang-orang Indonesia yang masih tinggal di Praha. Lewat film itu, Angga berusaha mendobrak stigma PKI yang dilekatkan pada mereka. "Saya ingin mendobrak stigma bahwa enggak semua mahasiswa yang dikirim keluar negeri merupakan komunis. Ada banyak yang nasionalis," ujar Angga.

Seusai menggarap Surat dari Praha, Angga telah bersiap berpacu untuk mengerjakan film lain. Setidaknya dua film telah disiapkannya. Salah satunya tentang aktivis lingkungan Aleta Baun, dan telah didapatkannya satu judul film lain, Jatuh Cinta Diam-Diam. "Film ini isinya fun doang dan bakal saya bikin bareng teman SMA saya," tutup Angga. (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya