Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MINGGU (18/10) pagi yang cerah, sekitar pukul 09.00, rombongan pendaki berjumlah 15 pemuda asal Magetan, Jawa Timur, turun dari puncak Gunung Lawu (3.265 mdpl).
Mereka turun setelah semalam menginap di puncak untuk menyambut datangnya bulan Sura yang oleh masyarakat Jawa diyakini sebagai bulan keramat.
"Kita naik beramai-ramai. Di puncak Lawu itu ada petilasan Prabu Brawijaya V atau yang dikenal Sunan Lawu. Dalam ceritanya, siapa yang berada di puncak Lawu pada bulan Sura akan mendapat berkah," kata Dita Kurniawan, 14, pelajar kelas dua STM Yosonegoro Magetan, salah satu pendaki yang selamat dari tragedi kebakaran di puncak Lawu.
Pagi itu, ungkap Dita, setelah sarapan roti, ia dan kawan-kawannya turun. Dita bersama rombongan memilih jalur Cemoro Kandang, Karanganyar, Jawa Tengah.
Itu karena jalur pendakian dari Cemoro Sewu, Plaosan, Magetan, Jawa Timur, ditutup sejak Jumat (16/10) karena hari itu ada kebakaran di puncak.
"Rombongan naik dan turun melalui Cemoro Kandang. Bukan hanya kami, banyak rombongan dari Ngawi dan pendaki dari daerah lain juga lewat di situ."
Saat turun di jalur itu, tak ada firasat apa-apa. Namun, ketika sampai kawasan pos III, Dita mencium bau kebakaran.
Baru saja berpikir tentang kebakaran hutan, mendadak api berkobar membakar seluruh pepohonan dan semak belukar di tempat tersebut. Ketika melihat itu, Dita dan teman-teman berusaha balik, naik lagi ke pos IV.
"Kami berusaha balik ke atas, tapi hutan yang ada di atas ternyata juga kebakaran. Kobaran api itu seperti mengejar kami. Kami ketakutan, panik, dan kemudian mencari selamat sendiri-sendiri," papar Dita.
Dita melihat ada temannya yang berlindung di balik pohon dan semak-semak. Namun, ia dan sejumlah pendaki yang lain memilih bersembunyi dengan berlindung di balik batu sebesar mobil keluarga.
"Alhamdulillah saya selamat dari kejaran kobaran api. Seandainya saya ikut berlindung di semak atau di bawah pohon, mungkin saya juga akan terbakar seperti mereka yang meninggal itu," ujar Dita dengan mata yang masih menyimpan ketakutan saat mengenang tragedi itu.
Ia mengaku melihat beberapa pendaki terbakar. Akan tetapi, ia dan pendaki lain tidak kuasa memberikan pertolongan. Kemarin, dipastikan akibat kebakaran tersebut sebanyak tujuh pendaki tewas terbakar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved