Mengakrabkan Wayang, Regenerasi Dalang

Zuq/M-2
18/10/2015 00:00
Mengakrabkan Wayang, Regenerasi Dalang
Dalang Ki Buyung memainkan wayang kulit Banyumas dengan lakon "Kumbakarna Gugur" dalam Festival Wayang Nusantara di Museum Wayang, Jakarta Barat, Sabtu (10/10).(MI/RAMDANI)

WAYANG merupakan aset budaya nasional. Wayang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia. Namun, bagaimana lebih mengakrabkan wayang, serta upaya apa yang dapat dilakukan agar generasi muda lebih mengenal wayang?

Salah satu upaya ialah dengan menggelar pertunjukan wayang di tempat yang dekat dengan pusat keramaian. Itu yang dilakukan oleh Museum Wayang yang terletak di Kota Tua melalui Festival Wayang 2015 yang digelar pada 7-11 Oktober 2015 lalu. Festival ini memperkenalkan sekaligus mementaskan beberapa jenis wayang.

Ketua Panitia FWI 2015 Hari Suwasono mengatakan semangat pembaruan tak lepas dari upaya para pemangku kepentingan wayang Indonesia agar budaya ini tetap lestari dan terus tumbuh di masyarakat sesuai perkembangan zaman.

"Pihak penyelenggara secara khusus mengundang dua seniman pembuat wayang dari Solo untuk membuka workshop Sungging Wayang. Hal ini penting agar masyarakat memahami wayang bukan hanya sekadar pertunjukan, tapi sebagai salah satu industri kerajinan yang dahulu nilai keekonomiannya sangat tinggi," kata Hari.

Festival ini mengambil konsep festival wayang Nusantara. Semula, konsep ini dimaksudkan untuk menampung semua jenis wayang yang ada di Indonesia.

Terdapat 11 grup pedalangan dari berbagai kota yang ambil bagian dalam pergelaran ini. Setiap grup mewakili jenis dan gaya berbeda. Untuk wayang kulit misalnya, terdapat Wayang Kulit Betawi, Wayang Kulit Surakarta, Wayang Kulit Jawa Timuran, Wayang Kulit Yogyakarta, dan Wayang Kulit Banyumas. Pada wayang golek, terdapat grup pedalangan yang mementaskan Wayang Golek Sunda dan Wayang Golek Ringkang. Untuk wayang orang, ditampilkan Wayang Orang Betawi, Wayang Orang Remaja, dan Wayang Orang Bali.

Usaha mengakrabkan wayang pada masyarakat membuahkan hasil. Jumlah pengunjung naik sekitar 35%-40% dari akhir pekan biasa. Total mencapai 1.300 orang saat akhir pekan yang bertepatan pertunjukan digelar. Hasil penjualan tiket mencapai angka Rp26 juta.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya