Makanan Cepat Saji Akibatkan Tulang Rapuh

Medicalnewstoday/mrc.soton.ac.uk/Zic/L-2
17/10/2015 00:00
Makanan Cepat Saji Akibatkan Tulang Rapuh
()
LINGKUNGAN tempat tinggal ternyata berpengaruh terhadap kesehatan tulang.

Setiap orangtua umumnya memperhatikan makanan yang dikonsumsi anak-anak mereka dan kaitannya dengan kesehatan organ pada proses tumbuh kembang anak.

Namun, tidak banyak orangtua yang yang memperhatikan adanya kecenderungan pengaruh lingkungan tempat tinggal dan gaya hidup terhadap kesehatan organ anak mereka.

Dalam sebuah penelitian yang laporannya dimuat pada Journal Osteoporosis International minggu ini disebutkan, lingkungan tempat tinggal anak memiliki keterkaitan dengan kesehatan salah satu organ tumbuh kembang mereka, yaitu kesehatan tulang.

Penelitian yang digagas peneliti University of Southampton, Inggris, itu memaparkan adanya ketimpangan kesehatan tulang pada anak-anak yang tinggal di lingkungan yang memiliki kemudahan akses ke gerai makanan cepat saji dengan lingkungan tempat tinggal yang dekat dengan gerai bahan-bahan makanan yang sehat.

Penelitian itu mencoba membandingkan tingkat kesehatan tulang yang diperoleh dari tingkat kepadatan dan kandungan mineral tulang pada anak-anak yang berusia 4 dan 6 tahun dengan jumlah supermarket, toko bahan makanan sehat, dan gerai makanan cepat saji yang ada di sekitar tempat tinggal mereka.

Instrumen penelitian diambil dari data 1.107 anak-anak yang disurvei Southampton Women's Survey.

Pada temuan penelitian, anak-anak yang tinggal di lingkungan tempat tinggal yang memiliki kemudahan mengakses makanan cepat saji memiliki kepadatan dan kandungan mineral pada tulang yang rendah jika dibandingkan dengan anak-anak yang tinggal di kawasan yang mudah untuk mengakses bahan-bahan makanan yang sehat.

Ketua peneliti Profesor Cyrus Cooper mengatakan rendahnya tingkat kesehatan tulang pada anak-anak usia 4 dan 6 tahun yang ditemukan tidak sepantasnya terjadi.

Pasalnya, massa tulang yang kepadatan mineralnya terjaga dalam jumlah yang cukup pada usia dini merupakan dasar penentu kesehatan tulang seumur hidup.

Jika tidak terlalu diperhatikan, kondisi tersebut akan menmbulkan penyakit-penyakit pada tulang, seperti osteoporosis.

Dalam menyikapi temuan penelitian itu, Cooper menyarankan para orangtua untuk lebih cermat memberikan asupan yang berkualitas bagi tumbuh kembang anak.

Cermat dalam hal ini ialah melalui aktivitas mengurangi asupan dan akses makanan cepat saji.

Jika hasrat mengakses dan mengonsumsi makanan cepat saji anak-anak sudah tinggi, orangtua dapat menanggulanginya dengan diet seimbang, seperti memberikan asupan yang berkualitas/bergizi.

Permasalahan yang terjadi pada anak-anak di Southampton yang disurvei sepatutnya untuk lebih disikapi orangtua di dunia, khususnya yang lingkungan tempat tinggalnya berdekatan dengan gerai makanan cepat saji.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya