Metode Lidar untuk Petakan Gambut

Ardi Teristi Hardi
10/12/2016 05:51
Metode Lidar untuk Petakan Gambut
(ANTARA/Wahdi Septiawan)

BADAN Restorasi Gambut bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta membuat peta panduan penyelamatan lahan gambut.

Peta dalam tiga dimensi itu disusun dengan skala 1:20.000 dan merupakan peta kontur beresolusi tinggi dari hasil pemotretan full-coverage Lidar seluas 110 ribu hektare.

Peta itu nantinya dapat memetakan daerah di sekitar lahan gambut yang memiliki sumber cadangan air.

Menurut rencana, peta untuk pengembangan model restorasi kawasan hidrologi gambut (KHG) akan selesai pada awal tahun yang akan dijadikan panduan teknis bagi tujuh provinsi yang memiliki lahan gambut untuk mencegah risiko kebakaran di saat musim kemarau.

Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead menyebutkan ada 14 juta hektare lahan gambut di 17 provinsi.

Dari seluruh lahan gambut yang ada, BRG saat ini fokus membenahi lahan gambut sekitar 13 juta hektare yang ada di tujuh provinsi.

"Presiden minta kita fokus di tujuh provinsi. Dari 13 juta itu, yang masih bagus berupa hutan primer tidak sampai 6 juta hektare," ungkapnya.

BRG menargetkan hingga 2020, ada 2,4 juta lahan yang sudah direstorasi.

Untuk waktu jangka pendek akan dilakukan tindakan restorasi dengan memafaatkan sumber air di sekitarnya.

Untuk itu, BRG menunggu hasil kajian pemetaan geospasial yang tengah disusun UGM.

Sekretaris BRG Hartono Prawiratmaja mengatakan pihaknya berupaya agar proses restorasi gambut dilaksanakan secara terintegrasi sehingga perlu disusun panduan yang bisa diaplikasikkan langsung di setiap provinsi dan kabupaten.

"Saya berharap UGM dalam akhir tahun ini bisa menyelesaikan peta tersebut sehingga bisa diseminasi di kabupaten yang punya gambut untuk menyusun rencana restorasi. Kita berharap aktivitas restorasi fisik tahun depan sudah mengikuti rancangan yang betul."

Azwar Maas, ketua tim ahli dari UGM, menjelaskan pengembangan model restorasi gambut dengan memanfaatkan tingkat kesatuan hidrologi gambut dilakukan dengan memanfaatkan peta geospasial.

Peta itu akan menentukan tingkat ketebalan gambut hingga sumber cadangan air.

"Sumber cadangan air bisa digunakan untuk mengalirkan air ke bawah tanah agar membasahi gambut sehingga ketika musim kemarau tidak mudah lagi terbakar," kata dia.

Panduan restorasi

Seusai penandatanganan kerja sama di ruang sidang pimpinan kantor pusat UGM, Rektor UGM Dwikorita Karnawati menyebutkan Pulau Padang, Riau, dipilih sebagai model pengembangan KHG untuk mencegah kebakaran lahan gambut.

"Pulau kecil ini kita jadikan model karena hampir keseluruhannya berupa lahan gambut sehingga makin rentan terhadap bencana kebakaran beberapa tahun terakhir," ujarnya.

Model KHG itu, menurutnya, diharapkan mampu meletakkan dasar-dasar yang kuat bagi penyusunan panduan restorasi lahan gambut termasuk bagaimana strategi yang efektif mengintegrasikan keterlibatan berbagai pihak terutama mengedepankan para pihak lokal dalam sebuah gerakan masyarakat dalam restorasi dan pelestarian lahan gambut.

"Kita melakuakn restorasi gambut dari sumber penyebabbnya kemudian dilanjutkan dengan aspek sosialnya," pungkas dia.

(H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya