Sukses berkat Efisiensi dan Inovasi

Yan/H-1
09/12/2016 06:11
Sukses berkat Efisiensi dan Inovasi
(Dok. MI)

SEBAGAI rumah sakit (RS) pusat rujukan nasional, RSUP Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) dituntut profesional, transparan, dan berorientasi pada hasil.

Agar tuntutan itu bisa dipenuhi, dalam mengelola operasional RS, pihak RSCM harus mengedepankan paradigma efisien dan juga efektif.

Layanan profesional tidak mungkin bisa tercipta jika pasien datang ke RS tidak terlayani karena ketiadaan alat akibat anggaran belum bisa cair.

"Saat berobat, masyarakat tentu tidak peduli dengan kondisi RS yang sejatinya tengah mengalami malfungsi pelayanan buntut dari adanya gangguan administrasi," sebut Dirut RSCM Czeresna Heriawan Soejono, saat dihubungi kemarin.

Demi mencapai layanan yang profesional itulah, RSCM memilih bentuk pengelolaan badan layanan umum (BLU) sejak 2005.

Dengan berbentuk BLU, RSCM bisa mengelola dana sendiri dan tidak perlu menyetor ke kas negara terlebih dahulu sebelum digunakan.

Sejak berbentuk BLU, lanjut Heriawan, paradigma SDM pun berubah lebih maju menjadi lebih inovatif, efisien, responsif, cepat tanggap, dan tidak terpaku pada rutinitas belaka.

Karena lebih dari 85% pasien RSCM adalah peserta JKN-KIS, sistem pengobatan harus efisien.Bila klaim layanan tidak sesuai kaidah Ina-CBGs, seperti resep obat tidak ada di Formularium Nasional (Fornas), klaim tidak akan dibayar BPJS-Kes.

Karena bisa mengelola dana sendiri, manajemen RSCM juga bisa melakukan inovasi.

Inovasi dengan dana BLU yang sudah dilakukan, lanjut Heriawan, misalnya membuka layanan program bayi tabung.

Bahkan tingkat keberhasilan bayi tabung di RSCM bisa mencapai 70% atau tertinggi se-ASEAN.

Berkat BLU, RSCM berhasil membuka layanan transplantasi ginjal, transplantasi hati, dan unit terapi sel punca.

Kombinasi efisiensi, inovasi, dan SDM berkualitas telah me-ngerek pendapatan RSCM. Pada 2015, RSCM meraup Rp1,53 triliun, melebihi target Rp1,05 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mul-yani menilai BLU ialah contoh nyata instansi pemerintah yang dikelola dengan basis kinerja.

"Kemenkes telah menjadi pionir penerapan BLU atas 13 perusahaan jawatan sejak 2005," kata Sri, beberapa pekan lalu.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya