Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) menggalakkan kembali Program Adipura, karena dinilai mampu mendorong terwujudnya kota lestari yang merupakan keharusan di masa depan.
Staf Ahli Menteri LHK R Sabrina mengemukakan hal itu di sela-sela seminar Mewujudkan Kota Masa Depan Melalui Program Adipura di Universitas Sebelas Maret (UNS), Kota Surakarta, Jawa Tengah, kemarin.
"Kota masa depan adalah kota yang nyaman dan layak secara ekonomi, lingkungan, serta sosial," jelasnya.
Tiga pilar itu, lanjut Sabrina, harus selalu menjadi acuan pemerintah daerah dalam membangun wilayahnya, terutama wilayah perkotaan.
Program Adipura sebagai salah satu instrumen Kementerian LHK bisa memicu dan mendorong perilaku masyarakat dan pemerintah daerah menuju ke sana.
"Karena aspek penilaian Adipura masih relevan."
Aspek penilaian tersebut meliputi pengelolaan sampah dan ruang terbuka hijau, pengendalian pencemar-an air, pengendalian pencemaran udara, pengendalian dampak perubahan iklim, serta pertumbuhan ekonomi melalui perdagangan, pariwisata, dan investasi berbasis pengelolaan lingkungan hidup.
Kalau program Adipura ini betul-betul dilaksanakan dengan kaidah good environmental governance, ia akan berperan strategis dalam mendorong terwujudnya kota-kota masa depan yang diharapkan.
"Makanya sekarang digalakkan ulang dengan beberapa pembaharuan. Adipura tidak lagi berfokus pada kota dan ibu kota kabupaten, tetapi juga kota-kota yang baru tumbuh dan bahkan sekolah," katanya.
Dasar pola pikir
Menteri LHK Siti Nurbaya dalam sambutan yang dibacakan Sabrina menyatakan, aspek pembangunan lingkungan perkotaan seyogianya menjadi dasar pola pikir pembangunan ekonomi.
Mulai dari penataan ruang, pembangunan konstruksi gedung/bangunan ramah lingkungan, pemenuhan akses air bersih dan sanitasi, pengelolaan dan pelayanan sampah terpadu, penataan transportasi massal ramah lingkungan, hingga pengaturan ruang terbuka hijau sebagai antsipasi perubahan iklim serta bencana lingkungan.
Aspek pembangunan sosial perkotaan menjadi komponen penting lain dalam pembangunan perkotaan agar kota lebih humanis dan berbudaya.
Wilayah perkotaan harus dapat menjadi wadah pembangunan manusia yang saling berinteraksi secara gotong royong, saling menumbuhkan inovasi dan kreativitas.
Aspek pembangunan ekonomi juga menjadi driving factor utama dalam pembangunan suatu kota.
"Kementerian LHK berkepentingan agar pembangunan perkotaan di Indonesia mampu mewujudkan suatu kota yang lestari. Adipura merupakan salah satu instrumen yang diterapkan secara nasional," kata Menteri Siti.
Direktur Penataan Kawasan Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Agus Susanto dalam paparannya menyatakan, kota lestari sebuah entitas yang berkelanjutan secara lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Kota lestari merupakan sebuah keharusan di masa mendatang.
Pada 2020, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan 300 juta jiwa dengan 60% di perkotaan.
Hal itu akan mengakibatkan tekanan yang semakin besar di perkotaan.
"Kalau tidak lestari, tinggal tunggu kehancurannya," kata Agus.
(H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved